Login Member
Username:
Password :
Agenda
31 October 2014
M
S
S
R
K
J
S
29
30
31
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
1
2
3
4
5
6
7
8

KATA PENGANTAR

 

Puji syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan kekuatan karena atas limpahan rahmat-Nya SMA Plus Negeri 2 Banyuasin III Kabupaten Banyuasin dapat melakukan revisi kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) untuk Tahun Pembelajaran 2013/2014.

Kurikulum SMA Plus Negeri 2 Banyuasin III merupakan pedoman pelaksanaan pendidikan di tingkat satuan pendidikan. Kurikulum ini disusun sesuai dengan prosedur dan kultur yang berlaku di SMA Plus Negeri 2 Banyuasin III yaitu musyawarah antar pimpinan sekolah, musyawarah warga sekolah dan musyawarah dengan orangtua/wali siswa melalui komite sekolah. Prosedur dan kultur tersebut memperlihatkan bahwa kurikulum SMA Plus Negeri 2 Banyuasin III disusun melalui proses yang cukup panjang. Hal ini dimaksudkan agar kurikulum tersebut dapat mengakomodir keinginan dari warga sekolah dan keinginan dari masyarakat terhadap SMA Plus Negeri 2 Banyuasin III.

Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Pendidikan ini secara resmi dapat diberlakukan di SMA Plus Negeri 2 Banyusin III sejak Tahun Pembelajaran 2012/2013 berlaku selama 1 tahun dan sejak ditandatangani oleh kepala sekolah.

Tentu tidak ada gading yang tak retak. Kurikulum ini akan selalu dikaji dan akan disempurnakan pada Tahun Pembelajaran berikutnya. Kritik dan saran selalu kami harapkan dari pembaca, pengkaji, Pengembang Kurikulum SMA Plus Negeri 2 Banyuasin III, Pengembang Kurikulum Kabupaten dan Pengembang Kurikulum Provinsi.

Semoga kurikulum ini dapat memberikan hasil yang optimal bagi peserta didik SMA Plus Negeri 2 Banyuasin III dan meningkatkan kemajuan pendidikan Banyuasin pada khususnya dan Indonesia pada umumnya. Amin.

Banyuasin, 16 Juli 2012

Kepala Sekolah

 

 

 

Sulaiman, S.Pd., M.Si.        

NIP 196503081989031011

 

 

DAFTAR ISI

 

HALAMAN JUDUL _______i

LEMBAR PENGESAHAN/PEMBERLAKUAN _______ ii

KATA PENGANTAR_______ iii

DAFTAR ISI_______ iv

 I. PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang _______ 1
  2. Prinsip Pengembagan Kurikulum_______3
  3. Tujuan Penyusunan Kurikulum_______5
  4. Tujuan Pendidikan Dasar dan Menengah_______6
  5. Visi dan Misi Sekolah_______ 6
  6. Tujuan Sekolah_______8
  7. Standar Kompetensi Lulusan_______8
  8. Sasaran Program_______10

II  KEADAAN DAN POTENSI SEKOLAH

  1. Lingkungan Sekolah_______14
  2. Keadaan Sekolah_______16
  3. Personil Sekolah_______17
  4. Keadaan Peserta Didik_______ 19
  5. Orangtua/Wali Peserta Didik_______22
  6. Kerjasama Sekolah_______23

III. STRUKTUR DAN MUATAN KURIKULUM

  1. Struktur Kurikulum_______28
  2. Muatan Kurikulum
    1. Mata Pelajaran_______32
    2. Muatan Lokal _______47
    3. Kegiatan Pengembangan Diri_______52
    4. Pendidikan Kecakapan Hidup_______61
    5. Beban Belajar_______61
    6. Ketuntasan Belajar_______62
    7. Penjurusan_______66
    8. Kenaikan Kelas dan  Kelulusan _______68
    9. Pengintegrasian Pendidikan Karakter(lokal-global) _______70

IV. KALENDER PENDIDIKAN

  1. Permulaan Tahun Pembelajaran_______77
  2. Waktu Belajar_______77
  3. Kegiatan Tengah Semester_______81
  4. Libur Sekolah_______82
  5. Jadwal Kegiatan Sekolah_______83

LAMPIRAN_______84 



 

  1. I.       PENDAHULUAN

 

  1. A.    Latar Belakang

Kurikulum merupakan seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Dalam pelaksanaan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), Departemen Pendidikan Nasional telah menetapkan kerangka dasar Standar Kompetensi Lulusan (SKL), Standar Kompetensi (SK), dan Kompetensi Dasar (KD).

Kurikulum ini merupakan kurikulum operasional yang disusun dan dilaksanakan oleh SMA Plus Negeri 2 Banyuasin III yang pengembangannya berdasarkan satuan pendidikan, potensi daerah, atau karakteristik daerah, sosial budaya masyarakat setempat dan peserta didik.

Pemberlakuan Undang-undang RI Nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah menuntut pelaksanaan otonomi daerah dan wawasan demokrasi dalam penyelenggaraan pendidikan. Pengelolaan pendidikan yang semula bersifat sentralistik berubah menjadi desentralistik. Desentralisasi pengelolaan pendidikan dengan diberikannya wewenang kepada satuan pendidikan untuk menyusun kurikulumnya mengacu pada Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, yaitu pasal 3 tentang fungsi dan tujuan pendidikan nasional dan pasal 35 mengenai standar nasional pendidikan.

Desentralisasi pengelolaan pendidikan  yang diharapkan dapat memenuhi kebutuhan dan kondisi daerah harus segera dilaksanakan. Bentuk nyata desentralisasi pengelolaan pendidikan adalah diberikannya wewenang kepada satuan pendidikan untuk mengambil keputusan berkenaan dengan pengelolaan pendidikan, seperti dalam pengelolaan, baik dalam penyusunan maupun pelaksanaannya di satuan pendidikan.

SMA Plus Negeri 2 Banyuasin III merupakan pusat pengembangan budaya. Kurikulum ini mengembangkan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa sebagai satu kesatuan kegiatan pendidikan yang terjadi di sekolah. Nilai-nilai yang dimaksud adalah (1) religius, (2) jujur, (3) toleransi, (4) disiplin, (5) kerja keras, (6) kreatif, (7) mandiri, (8) demokratis, (9) rasa ingin tahu, (10) semangat kebangsaan, (11) cinta tanah air, (12) menghargai prestasi, (13) bersahabat/komunikatif, (14) cinta damai, (15) gemar membaca, (16) peduli lingkungan, (17) peduli sosial,  dan (18) tanggung jawab. Nilai-nilai tersebut terintegrasi dalam seluruh kegiatan pendidikan sebagai budaya sekolah.

                  Dalam rangka antisipasi isu-isu strategis yang dikembangkan oleh Pemerintah (Kementerian Pendidikan Nasional), maka kurikulum ini mengakomodasi dan mengintegralkan pendidikan berwawasan kesetaraan gender, pendidikan berwawasan kewirausahaan serta pendidikan budaya dan karakter bangsa.

                  Landasan pengembangan kurikulum SMA Plus Negeri 2 Banyuasin III adalah senagai berikut.

  1. 1.      Landasan Filosofis

         Sekolah sebagai pusat pengembangan budaya tidak terlepas dari nilai-nilai budaya yang dianut oleh suatu bangsa. Bangsa Indonesia memiliki nilai-nilai budaya yang bersumber dari Pancasila sebagai falsafah hidup berbangsa dan bernegara yang mencakup religius, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan. Niai-nilai ini dijadikan dasar filosofis dalam pen.gembangan kurikulum sekolah. Sekolah sebagai bagian dari masyarakat tidak terlepas dari lokus, kewaktuan, kondisi social dan budaya. Kekuatan dan kelemahan dari hal-hal ini akan menjadi pertimbangan dalam penentuan struktur kurikulum sekolah ini.

  1. 2.      Landasan Yuridis

a)Undang-Undang Dasar 1945

b)         Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional

c)PP Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan

d)        PP Nomor 17 tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan

e)Permendiknas RI Nomor 22 tahun 2006 tentang Standar Isi

f)          Permendiknas RI Nomor 23 tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan

g)         Permendiknas RI Nomor 24 tahun 2006 tentang Pelaksanaan Permendiknas Nomor 22 tahun 2006, Nomor 23 tahun 2006 dan Nomor 6 tahun2007 tentang perubahan Permendiknas Nomor 24 tahun 2006   

h)         Perrmendiknas RI Nomor 16 tahun 2007 tentang Standar Pendidik dan tenaga kependidikan

i)           Permendiknas RI Nomor 20 tahun 2007 tentang  Standar Penilaian Pendidikan

j)           Permendiknas RI Nomor 24 tahun 2007 tentang  Standar Sarana dan Prasarana

k)         Permendiknas RI Nomor 29 tahun 2007 tentang  Standar Pengelola  Pendidikan

l)           Permendiknas RI Nomor 41 tahun 2007 tentang  Standar Proses Pendidikam

m)       Permendiknas RI Nomor 69 tahun 2007 tentang  Standar Pembiayaan Pendidikan

 

  1. B.     Prinsip Pengembangan Kurikulum

Pengembangan  kurikulum SMA Plus Negeri 2 Banyuasin III mengacu  pada  Standar Isi (SI)   dan  Standar Ketuntasan Lulusan (SKL) dan  berpedoman pada panduan penyusunan kurikulum yang disusun oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP), serta memperhatikan pertimbangan  komite  sekolah.  

Pengembangan kurikulum SMA Plus Negeri 2 Banyuasin III berdasarkan prinsip-prinsip sebagai berikut.

  1. Berpusat  pada  potensi,  perkembangan,  kebutuhan,  dan  kepentingan peserta didik dan lingkungannya.

Kurikulum  dikembangkan  berdasarkan  prinsip  bahwa  peserta  didik  memiliki posisi sentral untuk mengembangkan kompetensinya agar menjadi manusia yang beriman  dan bertakwa  kepada  Tuhan  Yang  Maha  Esa, berakhlak mulia,  sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung  jawab.  Untuk  mendukung  pencapaian  tujuan  tersebut pengembangan  kompetensi  peserta  didik  disesuaikan  dengan  potensi, perkembangan,  kebutuhan,  dan  kepentingan  peserta  didik  serta  tuntutan lingkungan. Peserta didik SMA Plus Negeri 2 Banyuasin III memiliki potensi untuk berkembang meskipun motivasi belajarnya masih perlu ditingkatkan.

 

  1. Beragam dan terpadu

Kurikulum  SMA Plus Negeri 2 Banyuasin III dikembangkan  dengan  memperhatikan  keragaman  karakteristik peserta  didik,  kondisi  daerah,  jenjang  dan  jenis  pendidikan,  serta  menghargai dan  tidak diskriminatif  terhadap  perbedaan  agama, suku,  budaya, adat  istiadat, status  sosial  ekonomi,  dan  jender serta pendidikan budaya dan karakter bangsa.  Kurikulum  SMA Plus Negeri 2 Banyuasin III meliputi  substansi  komponen muatan wajib  kurikulum,  muatan lokal,  dan pengembangan  diri  secara terpadu, serta  disusun dalam keterkaitan dan  kesinambungan  yang bermakna  dan tepat antar substansi. Peserta didik di SMA Plus Negeri 2 Banyuasin III memiliki karakteristik yang bervariasi meskipun berasal dari daerah dengan kondisi budaya dan sosial ekonomi yang relatif sama. Dengan demikian tidak menjadi suatu permasalahan yang kaitannya dengan muatan kurikulum baik muatan wajib maupun muatan local serta pengembangan diri yang diterapkan di SMA Plus Negeri 2 Banyuasin III.

 

  1. Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni

Kurikulum  dikembangkan  atas  dasar  kesadaran  bahwa  ilmu  pengetahuan, teknologi dan seni yang berkembang secara dinamis. Oleh karena itu, semangat dan isi kurikulum memberikan pengalaman belajar peserta didik untuk mengikuti dan memanfaatkan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni.

SMA Plus Negeri 2 Banyuasin III berupaya menerapkan kurikulum dengan mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta member kesempatan peserta didik untuk dapat mengapresiasi seni yang senantiasa berkembang.

 

  1. Relevan dengan kebutuhan kehidupan

Pengembangan kurikulum dilakukan dengan melibatkan pemangku kepentingan (stakeholders)  untuk  menjamin  relevansi  pendidikan  dengan  kebutuhan kehidupan, termasuk di dalamnya kehidupan kemasyarakatan, dunia usaha dan dunia kerja. Oleh karena itu, pengembangan keterampilan pribadi, keterampilan berpikir,  keterampilan  sosial,  keterampilan  akademik,  dan  keterampilan vokasional merupakan keniscayaan. SMA Plus Negeri 2 Banyuasin III senantiasa menjalin kerja sama dengan masyarakat dalam rangka memenuhi tuntunan dalam kehidupan masyarakat. Hal tersebut digunakan sebagai acuan dalam menerapkan kurikulum yang berbasis kecakapan hidup.

 

  1. Menyeluruh dan berkesinambungan

Substansi kurikulum mencakup  keseluruhan dimensi kompetensi,  bidang  kajian keilmuan  dan  mata  pelajaran  yang  direncanakan  dan  disajikan  secara berkesinambungan antar semua jenjang pendidikan. Kurikulum SMA Plus Negeri 2 Banyuasin III memungkinkan penguasaan kompetensi oleh peserta didik secara berkesinambungan dimulai dari penguasaan kompetensi di pendidikan dasar sehingga nantinya dapat digunakan sebagai bekal penguasaan kompetensi di jenjang pendidikan dan perguruan tinggi.

 

  1. Belajar sepanjang hayat

Kurikulum SMA Plus Negeri 2 Banyuasin III diarahkan kepada proses  pengembangan,  pembudayaan,  dan pemberdayaan  peserta  didik  yang  berlangsung  sepanjang  hayat.  Kurikulum mencerminkan keterkaitan antara unsur-unsur pendidikan formal, nonformal, dan

informal  dengan  memperhatikan  kondisi  dan  tuntutan  lingkungan  yang  selalu berkembang sejalan dengan arah pengembangan manusia seutuhnya

 

  1. Seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah

Kurikulum dikembangkan  dengan  memperhatikan  kepentingan  nasional  dan kepentingan  daerah  untuk  membangun  kehidupan  bermasyarakat,  berbangsa, dan  bernegara.  Kepentingan  nasional  dan  kepentingan  daerah  harus  saling mengisi dan memberdayakan sejalan dengan motto Bhineka Tunggal Ika dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Muatan dan struktur kurikulum SMA Plus Negeri 2 Banyuasin III dikembangkan untuk mendorong rasa kebersamaan dan meningkatkan rasa nasionalis dengan menerapkan muatan wajib dan muatan lokal secara proporsional dan seimbang.

 

  1. C.    Tujuan Penyusunan Kurikulum

Kurikulum SMA Plus Negeri 2 Banyuasin III adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan  pembelajaran  untuk  mencapai  tujuan  pendidikan  tertentu. Tujuan tertentu  ini  meliputi  tujuan  pendidikan  nasional  serta  kesesuaian  dengan kekhasan, kondisi dan potensi daerah, satuan pendidikan dan peserta didik.

Kurikulum SMA Plus Negeri 2 Banyuasin III disusun untuk  memungkinkan penyesuaian  program  pendidikan  dengan  kebutuhan  dan  potensi  yang  ada  di sekolah. Penyusunan kurikulum tersebut  bertujuan antara  lain  agar  dapat  memberi kesempatan peserta didik untuk :

  1. belajar untuk beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa,
  2. belajar untuk memahami dan menghayati,
  3. belajar untuk mampu melaksanakan dan berbuat secara efektif,
  4. belajar untuk hidup bersama dan berguna untuk orang lain, dan
  5. belajar untuk membangun dan menemukan jati diri melalui proses belajar yang aktif, kreatif,   efektif dan menyenangkan.

 

  1. D.    Tujuan Pendidikan Dasar dan Menengah

Tujuan  pendidikan  tingkat satuan  pendidikan dasar  dan  menengah dirumuskan

mengacu kepada tujuan umum pendidikan berikut ini. 

1. Tujuan pendidikan dasar adalah meletakkan dasar kecerdasan, pengetahuan,

kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti

pendidikan lebih lanjut.

2. Tujuan  pendidikan  menengah  adalah  meningkatkan  kecerdasan,

pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri

dan mengikuti pendidikan lebih lanjut.

3. Tujuan  pendidikan  menengah  kejuruan  adalah  meningkatkan  kecerdasan,

pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri

dan mengikuti pendidikan lebih lanjut sesuai dengan kejuruannya.

 

  1. E.     Visi dan Misi Sekolah

1. Visi Sekolah

Dalam rangka terus mengembangkan kualitas pendidikan melalui pembangunan sumber daya manusia secara bertahap (gradual) dan terencana, SMA Plus Negeri 2 Banyuasin III, Kabupaten Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan  telah merumuskan sebuah visi yaitu

 

Indikator  ketercapaian visi di atas dapat dijabarkan menjadi 20 butir visi dengan rincian sebagai berikut.

1)               unggul dalam disiplin

2)               unggul dalam etika

3)               unggul dalam keberagamaan

4)               unggul dalam kegiatan belajar mengajar

5)               unggul dalam administrasi dan manajemen

6)               unggul dalam penyelenggaraan evaluasi

7)               unggul dalam penyelenggaraan perbaikan dan pengayaan

8)               unggul dalam periolehan NUN (output)

9)               unggul dalam memenangkan persaingan SPMB

10)           unggul dalam lomba karya ilmiah remaja

11)           unggul dalam lomba IMO, IPHO, ICHO, IOI, dan IBO

12)           unggul dalam lomba kreativitas peserta didik

13)           unggul dalam penguasaan bahasa Inggris

14)           unggul dalam pelaksanaan 9K

15)           unggul dalam teknologi informasi komputer

16)           unggul dalam olahraga

17)           unggul dalam paskibra

18)           unggul dalam lomba seni

19)           unggul dalam penampilan

20)           unggul dalam kepedulian sosial

 

  1. Misi Sekolah

Sebagai arah untuk mewujudkan visi yang telah dirumuskan, SMA Plus negeri 2 Banyuasin III menetapkankan misi yang menjadi dasar program pokok sekolah dengan penekanan pada kualitas layanan peserta didik dan mutu lulusan yang diharapkan. Misi tersebut adalah

1)         menerapkan disiplin dalam segala kegiatan dengan menjadikan pendidik dan tenaga kependidikan sebagai panutan

2)         membudayakan sopan santun dalam hubungan antar warga sekolah sehingga timbul keakraban dan kekeluargaan yang harmonis

3)         menumbuhkan penghayatan dan pengamalan ajaran agama yang dianut dan juga budaya bangsa sehingga menjadi sumber kearifan dalam bertindak

4)         mengoptimalkan pelaksanaan pembelajaran secara efektif dan mencegah kekosongan jam pelajaran sehingga setiap peserta didik dapat berkembang secara optimal sesuai dengan potensi yang dimiliki

5)         menerapkan pelaksanaan evaluasi proses dan hasil belajar secara konsisten, transparan, dan berkesinambungan.

6)         memaksimalkan pelaksanaan program perbaikan dan pengayaan

7)         memotivasi dan membantu peserta didik untuk mengenal dan mengembangkan potensi dirinya melalui program bimbingan konseling

8)         mengoptimalkan pembinaan dalam pembuatan karya tulis atau karya ilmiah

9)         memotivasi dan membantu peserta didik untuk mengenali potensi dirinya dengan memberikan wadah dalam kegiatan ekstrakurikuler, sehingga setiap peseta didik dapat berkembang secara optimal.

10)     mengoptimalkan pembinaan terhadap kelompok gemar mata pelajaran

11)     menerapkan penggunaan bahasa Inggris dalam komunikasi antar warga sekolah secara intensif guna menghadapi persaingan dalam era globalisasi.

12)     mengoptimalkan pelaksanaan 9K dengan memberdayakan potensi yang ada di lingkungan sekolah

13)     menumbuhkembangkan rasa kepedulian sosial

14)     memberdayakan seluruh potensi yang ada di lingkungan sekolah untuk mewujudkan keunggulan

15)     menerapkan manajemen mutu dengan melibatkan seluruh warga sekolah

16)     mengoptimalkan penampilan fisik sarana dan prasarana serta warga sekolah secara prima dan tangguh.

 

  1. F.     Tujuan Sekolah 

SMA Plus Negeri 2 Banyuasin III sebagai  satu-satunya SMA unggulan yang ada di                                                                                                                                           kabupaten  Banyuasin menetapkan bahwa tujuan sekolah secara umum mengacu pada misi sekolah yaitu membentuk manusia yang beriman dan bertakwa serta memiliki kualitas sumber daya manusia yang unggul, disiplin dan bermoral. Secara khusus tujuan sekolah ditetapkan dalam tujuan jangka pendek 1 tahun, tujuan jangka menengah 4 tahun dan tujuan jangka panjang 7 tahun.

 

  1. G.    Standar Kompetensi Lulusan

         Untuk mencapai standar mutu pendidikan yang dapat dipertanggungjawabkan secara nasional, kegiatan pembelajaran di SMA Plus Negeri 2 Banyuasin  III mengacu pada Permendiknas No 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan (SKL), yaitu

  1. berperilaku sesuai dengan ajaran agama yang dianut sesuai dengan perkembangan remaja
  2. mengembangkan diri secara optimal dengan memanfaatkan kelebihan diri serta  

memperbaiki kekurangannya

  1. menunjukkan sikap percaya diri dan bertanggung jawab atas perilaku, perbuatan dan

pekerjaannya

  1. berpartisipasi dalam penegakan aturan-aturan sosial
  2. menghargai keberagaman agama, bangsa, suku, ras, dan golongan sosial ekono-mi dalam

lingkup global

  1. membangun dan menerapkan informasi dan pengetahuan secara logis, kritis, kreatif, dan

inovatif

  1. menunjukkan kemampuan berpikir logis, kritis, kreatif, dan inovatif dalam pe-ngambilan

keputusan

  1. menunjukkan kemampuan mengembangkan budaya belajar untuk pemberdayaan diri
  2. menunjukkan sikap kompetitif dan sportif untuk mendapatkan hasil yang terbaik
  3. menunjukkan kemampuan menganalisis dan memecahkan masalah kompleks
  4. menunjukkan kemampuan menganalisis gejala alam dan sosial
  5. memanfaatkan lingkungan secara produktif dan bertanggung jawab
  6. berpartisipasi dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara secara

demokratis dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia

  1. mengekspresikan diri melalui kegiatan seni dan budaya
  2. mengapresiasi karya seni dan budaya
  3. menghasilkan karya kreatif, baik individual maupun kelompok
  4. menjaga kesehatan dan keamanan diri, kebugaran jasmani, serta kebersihan lingkungan
  5. berkomunikasi lisan dan tulisan secara efektif dan santun
  6. memahami hak dan kewajiban diri dan orang lain dalam pergaulan di masyarakat
  7. menghargai adanya perbedaan pendapat dan berempati terhadap orang lain
    1. menunjukkan keterampilan membaca dan menulis naskah secara sistematis dan estetis
  8. menunjukkan keterampilan menyimak, membaca, menulis, dan berbicara dalam bahasa Indonesia dan Inggris
    1. menguasai pengetahuan yang diperlukan untuk mengikuti pendidikan tinggi.

 

 

  1. H.    Sasaran Program

Kepala Sekolah, pendidik dan tenaga kependidikan dengan persetujuan Komite Sekolah menetapkan sasaran program untuk jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang. Sasaran program yang ditujukan untuk mewujudkan visi dan misi sekolah dapat dilihat pada tabel 1.

 

Tabel 1. Sasaran Program

Sasaran Program

1 Tahun  ( 2012 / 2013 )
(Program Jangka Pendek)

Sasaran Program

4 Tahun  ( 2012 / 2016 )
(Program Jangka Menengah)

Sasaran Program

7 Tahun  ( 2012 / 2019 )
(Program Jangka Panjang)

  1. Kehadiran pendidik, tenaga kependidikan & peserta didik, mencapai 95%

Kehadiran pendidik, tenaga kependidikan & peserta didik, mencapai 97%

Kehadiran pendidik, tenaga kependidikan & peserta didik, mencapai 98%

  1. Pada tahun pembelajaran 2012/2013 rata-rata Nilai Ujian Nasional (NUN) 6,5

Pada tahun pembelajaran 2015/2016 rata-rata Nilai Ujian Nasional (NUN) 7,5

Pada tahun pembelajaran 2018/2019 rata-rata Nilai Ujian Nasional (NUN) 8,0

  1. Sekolah Standar Nasional/ Sekolah Kategori Mandiri

Sekolah Standar Nasional

Rintisan Sekolah Nasional Bertaraf Internasional

Sekolah Nasional Bertaraf Internasional

  1. 70 % peserta didik dapat membaca Al-qur’an dengan baik dan benar

80 % peserta didik dapat membaca          Al-qur’an dengan baik dan benar

90 % peserta didik dapat membaca Al-qur’an dengan baik dan benar

  1. 70% Peserta didik diterima di PTN baik melalui SNMPTN jalur undangan dan tertulis

75% Peserta didik diterima di PTN baik melalui SNMPTN jalur undangan dan tertulis

85% Peserta didik diterima di PTN melalui SNMPTN jalur undangan/ tertulis dan 5% diterima pada perguruan tinggi di luar negeri

  1. Menjadi juara Lomba Olimpiade Matematika, Fisika, Kimia, Biologi, Astronomomi, Komputer dan Ekonomi ditingkat kabupaten

Menjadi juara Lomba Olimpiade Matematika, Fisika, Kimia, Biologi, Astronomomi, Komputer dan Ekonomi ditingkat Provinsi

Berpatisipasi dalam lomba Olimpiade Sain di tingkat nasional dan internasional

  1. Menjadi juara dalam lomba Karya Ilmiah tingkat Kabupaten dan berpatisipasi dalam tingkat provinsi

Mampu menjuarai lomba Karya Ilmiah Remaja tingkat provinsi

Mampu berpartisipasi dan berkompetisi dalam lomba Karya Ilmiah Remaja Tingkat Nasional

  1. 80% peserta didik mampu menggunakan MS Word dan MS Excel dengan baik

90% peserta didik mampu menggunakan MS Word,  MS  Excel, dan Internet   dengan baik

100% peserta didik mampu menggunakan program pengolah kata, pengolah angka, pengolah presentasi, pengolah gambar dan mampu membuat program untuk bahasa internet

  1. Mampu menjadi juara lomba kreativitas, dan English Speech Contest di tingkat kabupaten

Mampu menjadi juara lomba kreativitas, dan English Speech Contest di tingkat provinsi

Mampu menjadi juara lomba kreativitas, dan English Speech Contest di tingkat nasional

  1. Mampu menjadi anggota  PASKIBRA tingkat kabupaten

Mampu menjadi anggota  PASKIBRA tingkat provinsi

Mampu menjadi anggota  PASKIBRA tingkat nasional

  1. Mampu mengadakan pameran dan pentas seni di tingkat kabupaten

Mampu mengadakan pameran dan pentas seni di tingkat provinsi

Mampu mengadakan pameran dan pentas seni di tingkat nasional

  1. Mampu menjuarai salah satu cabang olah raga di tingkat kabupaten

Mampu menjuarai salah satu cabang olah raga di tingkat provinsi

Mampu menjuarai salah satu cabang olah raga di tingkat nasional

  1. Komputerisasi hasil penilaian hasil belajar peserta didik

Penilaian dan akses nilai peserta didik melalui jaringan lokal (LAN)

Pengumpulan dan nilai peserta didik dapat diakses melalui internet

  1. 70% guru mampu menggunakan pengolah kata, pengolah angka dan pengolah presentasi dengan baik

 

kata, pengolah angka dan pengolah presentasi dengan baik dan mampu mengakses internet

100% guru mampu menggunakan pengolah kata, pengolah angka, pengolah presentasi dan berkomunikasi melalui internet dengan baik

  1. 60% pendidik & tenaga kependidikan mampu menggunakan bahasa Inggris dengan sistem bilingual

80% pendidik & tenaga kependidikan mampu menggunakan bahasa Inggris secara aktif

100% pendidik & tenaga kependidikan mampu menggunakan bahasa Inggris secara aktif atau bahasa asing lainnya

 

  1. 10% pendidik & tenaga kependidikan berpendidikan S2

20% pendidik & tenaga kependidikan berpendidikan S2 dan yang lainnya S1

30% pendidik & tenaga kependidikan berpendidikan S2 dan yang lainnya  S1

 

  1. Memiliki perpustakaan dengan buku cukup memadai

Mempunyai perpustakaan dengan buku rasio 1 peserta didik : 5 buku judul berbeda

Mempunyai perpustakaan dengan rasio 1 peserta didik : 7 buku judul berbeda

  1. Mempunyai laboratorium Fisikia, Kimia dan Biologi yang mampu menunjung PBM dengan baik

Mempunyai laboratorium Fisika, Kimia, dan Biologi yang mampu menunjang proses penelitian peserta didik dalam karya ilmuih

Mempunyai laboratorium Fisika, Kimia, dan Biologi yang mampu menunjang proses penelitian peserta didik dalam karya ilmiah

  1. Mempunyai laboratorium dengan jaringan internet terbatas

Memiliki LAN di sekolah dan rasio computer dalam praktek 1 komputer 1 peserta didik, akses jaringan internet lebih luas.

Memiliki Internet online di sekolah dan rasio komputer dalam praktek 1 komputer 1 peserta didik

Sasaran program tersebut dapat dicapai dengan kerjasama seluruh komponen sekolah seperti Kepala sekolah, wakil kepala sekolah, pendidik, tenaga kependidikan, komite sekolah, orang tua/ wali peserta didik, Dinas Pendidikan, Pemerintah Kabupaten Banyuasin serta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Nasional. Kerjasama seluruh komponen sekolah yang harus dilakukan adalah

  1. wali kelas, guru piket, guru mata pelajaran bekerja sama dengan guru BK, serta wakil kepala sekolah dan kepala sekolah melakukan pembinaan terhadap peserta didik secara berkesinambungan dan terprogram
  2. kepala sekolah dan wakil kepala sekolah mengadakan pembinaan terhadap pendidik dan tenaga kependidikan di SMA Plus Negeri 2 Banyuasin III sehingga partisipasi dan rasa memiliki terhadap sekolah meningkat
  3. mengintensifkan kegiatan pembelajaran plus pada sore hari dan pembelajaran mandiri pada malam hari untuk peserta didik yang berdomisili di asrama yang dibimbing oleh guru piket dan pembina asrama
  4. merintis sistem bilingual dalam pembelajaran yang dipelopori guru bahasa Inggris sehingga target sebagai Sekolah Standar Nasional dan Sekolah Bertaraf Internasional dapat tercapai
  5. mengintensifkan kegiatan tadarusan pada pagi hari dan setelah shalat magrib di masjid sekolah sehingga penguasaan cara membaca Al-qur’an yang baik dapat terrus ditingkatkan
  6. mengintensifkan kerjasa sama dengan perguruan tinggi sehingga penerimaan peserta didik melalui SNMPTN jalur undangan dan Program Kemitraan serta beasiswa dapat berlanjut dengan baik
  7. pembimbingan secara intensif kepada peserta didik dalam memilih jurusan di perguruan tinggi negeri oleh tim yang terdiri dari kepala sekolah, wakil kepala sekolah,  guru BK, wali kelas 12,  dan tenaga administrasi
  8. mengintensifkan kegiatan klub gemar mata pelajaran seperti klub fisika, klub matematika, klub kimia, klub komputer, klub biologi, klub astronomi dan klub ekonomi dengan bantuan para senior di klub masing-masing
  9. mengintensifkan kegiatan penelitian remaja dengan bimbingan Pembina KIR dibantu oleh guru mata pelajaran dan membentuk Forum Kerja Ilmiah Remaja tingkat Kabupaten Banyuasin (FKIRBA)
  10. melakukan latihan secara rutin dan pemilihan peserta didik dalam kelompok PASKIBRA sehingga kelompok ini memenuhi syarat untuk mengikuti kegiatan di tingkat kabupaten atau tingkat propinsi
  11. melakukan kegiatan pengembangan diri dengan X-day melalui pola tahap fisik, tahap teknik, tahap uji coba, tahap kompetisi
  12. menyusun atau membeli program komputer yang mendukung admisnistrasi para peserta didik, pendidik dan  administrasi penilaian pendidikan
  13. mengadakan pelatihan terhadap pendidik agar mampu dan mahir menggunakan program pengolah kata, pengolah angka dan pengolah presentasi seperti program Ms. Word, Ms. Excel,  dan Ms. Power Point
  14. membentuk kelompok gemar membaca dan gemar berbahasa Inggris yang dikoordinasi oleh guru bahasa Indonesia dan guru bahasa Inggris
  15. membentuk kelompok belajar dengan fasilitator wakil kepala sekolah urusan kesiswaan
  16. melengkapi buku-buku perpustakaan
  17. melengkapi laboratorium Fisika, Kimia, dan Biologi
  18. melengkapi laboratorium komputer dengan pengadaan komputer, printer dan pengadaan jaringan internet
  19. mengadakan komunikasi antar warga sekolah, orang tua/ wali peserta didik, dan pemerintah dengan baik
  20. melakukan pelaporan hasil belajar secara berkala dan terjadwal
  21. mengadakan pelatihan kepada pendidik dan tenaga kependidikan secara berkala
  22. menyediakan dana bantuan bagi pendidik dan tenaga kependidikan untuk melanjutkan pendidikan ke S1 dan S2
  23. mengintesifkan peserta didik kelas 10 dalam menggunakan program pengolah kata dan program pengolah   angka   dengan   cara   pendidik    memberikan   tugas dalam bentuk file Ms. Word dan Ms. Excel  sehingga peserta didik  menerapkan apa yang  dipelajarinya   dalam  pembelajaran TIK
  24. mengintensifkan kerjasama dengan pihak lain seperti ConoCo Philip, Kepolisian, TNI AD, organisasi, instansi dan perusahaan swasta di lingkungan kabupaten Banyuasin secara berkelanjutan.

 

III. STRUKTUR  DAN  MUATAN KURIKULUM

 

  1. A.    STRUKTUR KURIKULUM

Struktur kurikulum merupakan pola dan susunan mata pelajaran yang harus ditempuh oleh siswa di setiap tingkatan. Sesuai dengan Standar Kelulusan (SKL) yang telah di tetapkan oleh Permendiknas no 23 tahun 2006 dan 48 tahun 2008 tentang Standar Kelulusan (SKL) dan petunjuk pelaksanaan dari BNSP, SMA Plus Negeri 2 Banyuasin III memuat struktur kurikulum ke dalam 5 kelompok mata pelajaran yaitu

  1. kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia
  2. kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian
  3. kelompok pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi
  4. kelompok pelajaran estetika
  5. kelompok pelajaran jasmani, olahraga dan kesehatan.

Setiap kelompok mata pelajaran tersebut diimplematasikan dalam setiap kegiatan pembelajaran di SMA Plus Negeri 2 Banyuasin III. Cakupan dan contoh masing-masing kelompok mata pelajaran yang relevan  dapat diketahui dari tabel 9 berikut ini.

 

Tabel 9. Cakupan Kelompok Mata Pelajaran

No

Kelompok                      Mata Pelajaran

Cakupan dan Contoh Mata Pelajaran

1.

Kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia

 

Kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia, dimaksudkan untuk membentuk peserta didik menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berakhlak mulia. Akhlak mulia mencakup etika, budi pekerti, atau moral sebagai perwujudan dari pendidikan agama

Contoh: Pendidikan Agama

2

Kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian

 

Kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian dimaksudkan untuk peningkatan kesadaran dan wawasan peserta didik akan status, hak, dan kewajibannya dalam kehidupan masyarakat, berbangsa dan bernegara, serta meningkatkan kualitas dirinya sebagai manusia.

Kesadaran dan wawasan termasuk wawasan kebangsaan, jiwa dan patriotisme bela negara, penghargaan terhadap hak-hak asasi manusia, kemajemukan bangsa, pelestarian lingkunan hidup, kesetaraan gender, demokrasi, tanggung jawab sosial, ketaatan pada hukum, ketaatan membayar pajak, dan sikap serta perilaku anti korupsi, kolusi dan nepotisme.

Contoh: Pendidikan Kewarganegaraan

3

Kelompok pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi

 

Kelompok mata pelajaran  ilmu pengetahuan dan teknologi pada SMA dimaksudkan untuk memperoleh kompetensi lanjut ilmu pengetahuan dan teknologi serta membudayakan berfikir ilmiah secara kritis, kreatif dan mandiri.

Contoh: Matematika, Fisika, Kimia, Biologi, Ekonomi, Sejarah, Geografi, Sosiologi, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Bahasa Asing lain, TIK

4.

Kelompok pelajaran estetika

 

Kelompok estetika dimaksudkan untuk meningkatkan sensitivitas, kemampuan mengekpresikan dan kemampuan mengapresiasi keindahan dan harmoni. Kemampuan mengapresiasi dan mengekpresi keindahan serta harmoni mencapai apresiasi dan ekspresi, baik dalam kehidupan individual sehingga menikmati dan mensyukuri hidup, maupun dalam kehidupan kemasyarakatan sehingga mampu menciptakan kebersamaan yang harmonis.

Contoh: Seni Budaya

 

5.

Kelompok pelajaran jasmani, olahraga dan kesehatan

 

Kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga dan kesehatan SMA dimaksudkan untuk meningkatkan potensi fisik serta membudayakan sikap sportif, disiplin, kerjasama dan hidup sehat.

Budaya hidup sehat termasuk kesadaran sikap, dan perilakuk hidup sehat yang bersifat individual ataupun bersifat kolektif kemasyarakatan seperti kebebasan dari prilaku seksual bebas, kecanduan narkoba, HIV/AIDS, deman berdarah, muntaber, dan penyakit lain yang berpotensi untuk mewabah.

Contoh: Pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan

 

Seperti telah dijelaskan di atas bahwa struktur Kurikulum SMA Plus Negeri 2 Banyuasin III mengacu pada Permendiknas No. 23 tentang Standar Kelulusan dan Petunjuk Pelaksanaan dari Badan Standar Nasional Pendidikan (BNSP). Sesuai dengan keadaan sekolah, maka SMA Plus Negeri 2 Banyuasin III menetapkan dan menerapkan pengelolaan kelas sebagai berikut:

  1. SMA Plus Negeri 2 Banyuasin III menerapkan sistem paket dan peserta didik mengikuti proses belajar mengajar sesuai dengan struktur kurikulum yang telah ditetapkan
  2. proses pembelajaran dibagi menjadi 2 kegiatan yaitu, kegiatan belajar mengajar  reguler (KBM Reguler) dan kegiatan belajar mengajar plus (KBM Plus). KBM Reguler dilaksanakan pada pagi hari yaitu pukul 07.00 s.d. 13.20 WIB sedangkan KBM Plus dilaksanakan pada sore hari yaitu pada pukul 14.20 s.d. 16.00 WIB
  3. Jumlah rombongan belajar adalah 13 rombongan dengan jumlah maksimal 32 orang peserta didik pada setiap kelas
  4. Kelas 10 terdiri dari 5 kelas dan harus mengikuti sistem paket program umum.
  5. Kelas 11 terdiri dari 4 kelas yaitu 2 kelas program IPA dan 2 kelas  program IPS
  6. Kelas 12 terdiri dari 4 kelas yaitu 2 kelas IPA dan 2 kelas  program IPS

 

  1. B.  MUATAN KURIKULUM
  2. 1.   Mata Pelajaran
    1. Struktur Program Kelas X

1)      Struktur Kurikulum kelas 10 terdiri dari 16 mata pelajaran dengan rincian jam  plus dan jam reguler. Rincian jam reguler sesuai dengan yang ditentukan oleh BNSP sedangkan jam plus merupakan kebijakan sekolah yang ditentukan melalui rapat pendidik dan tenaga kependidikan.

2)      Alokasi jam pelajaran adalah 45 menit untuk jam reguler dan 40 menit untuk jam plus.

Tabel berikut ini merupakan program umum untuk kelas X di SMA Plus Negeri 2 Banyuasin III

 

Tabel 10. Struktur Kurikulum Kelas X

No

Komponen

Semester -1

Semester-2

Jam Plus

1.

Pendidikan Agama

2

2

 

2.

Pendidikan Kewarganegaraan

2

2

-

3.

Bahasa Indonesia

4

4

1

4.

Bahasa Inggris

4

4

2

5.

Matematika

4

4

2

6.

Fisika

2

2

2

7.

Biologi

2

2

1

8.

Kimia

2

2

2

9.

Sejarah

2

1

 

10.

Geografi

1

1

 

11.

Ekonomi

2

2

 

12.

Sosiologi

2

2

 

13.

Seni Budaya

2

2

 

14.

Penjasorkes

2

2

 

15.

TIK

2

2

 

16.

Keterampilan/Bhs.Asing

2

2

 

B.

Muatan Lokal

2

2

 

C.

Pengembangan Diri

2*

2*

 

J u m l a h

40

38

10

 

  1. Struktur Program Kelas XI dan XII IPA

1)      Kelas 11 dan Kelas 12 IPA, Struktur Kurikulum Kelas 11 dan 12 IPA terdiri dari 13 mata pelajaran dengan rincian jam plus dan jam reguler. Jam reguler sesuai dengan yang ditentukan oleh BNSP dan jam plus merupakan kebijakan sekolah yang ditentukan melalui rapat pendidik dan tenaga kependidikan

2)      Alokasi jam pelajaran adalah 45 menit untuk jam reguler dan 40 menit untuk jam plus.

Tabel 11 berikut ini merupakan program untuk kelas XI dan XII IPA di SMA Plus Negeri 2 Banyuasin III .

 

Tabel 11. Struktur Kurikulum Program IPA

No

Komponen

Kelas XI IPA

Kelas XII IPA

Semester 1

Semester 2

Jam Plus

Semester 1

Semester 2

Jam Plus

1.

Pendidikan Agama

2

2

 

2

2

 

2.

Pend. Kewarganegaraan

2

2

 

2

2

 

3.

Bahasa Indonesia

4

4

1

4

4

1

4.

Bahasa Inggris

4

4

2

4

4

2

5.

Matematika

4

4

2

4

4

2

6.

Fisika

4

4

2

4

4

2

7.

Biologi

4

4

1

4

4

1

8.

Kimia

4

4

2

4

4

2

9.

Sejarah

1

1

 

1

1

 

10.

Seni Budaya

2

2

 

2

2

 

11.

PenJasOrKes

2

2

 

2

2

 

12.

TIK

2

2

 

2

2

 

13.

Keterampilan/

Bahasa Asing

2

2

 

2

2

 

B.

Muatan Lokal

2

2

 

2

2

 

C.

Pengembangan Diri

2*

2*

 

2*

2*

 

J u m l a h

39

39

10

39

39

10

 

  1. Struktur Program Kelas XI dan XII IPS

1)      Struktur Kurikulum Kelas XI dan Kelas XII IPA terdiri dari 13 mata pelajaran dengan rincian jam reguler dan jam plus. Jam reguler sesuai dengan yang ditentukan oleh BNSP dan jam plus merupakan kebijakan sekolah yang ditentukan melalui rapat pendidik dan tenaga kependidikan

2)      Alokasi jam pelajaran adalah 45 menit untuk jam reguler dan 35 menit untuk jam plus.

Tabel 12 berikut ini merupakan program untuk kelas 11 dan 12 IPS di SMA Plus Negeri 2 Banyuasin III

 

Tabel 12. Struktur Kurikulum Program IPS

No

Komponen

Kelas XI IPS

Kelas XII IPS

Semester 1

Semester 2

Jam Plus

Semester 1

Semester 2

Jam Plus

1.

Pendidikan Agama

2

2

 

2

-

 

2.

Pend. Kewarganegaraan

2

2

1

2

2

 

3.

Bahasa Indonesia

4

4

2

4

4

1

4.

Bahasa Inggris

4

4

2

4

4

2

5.

Matematika

4

4

 

4

4

2

6.

Sejarah

3

3

1

3

3

1

7.

Geografi

3

3

1

3

3

1

8.

Ekonomi

4

4

2

4

4

2

9.

Sosiologi

3

3

1

3

3

1

10.

Seni Budaya

2

2

 

2

2

 

11.

Penjasorkes

2

2

 

2

2

 

12.

TIK

2

2

 

2

2

 

13.

Keterampilan/

Bahasa Asing

2

2

 

2

2

 

B.

Muatan Lokal

2

2

 

2

2

 

C.

Pengembangan Diri

2*

2*

 

2*

2*

 

J u m l a h

39

39

10

39

39

10

 

Berikut ini adalah Tabel 13 yang menunjukkan Standar Kelulusan untuk setiap mata pelajaran

Tabel 14. Standar Kelulusan Mata Pelajaran

Mata Pelajaran

Standar Kelulusan

1. Pendidikan Agama Islam

  1. Memahami ayat-ayat Al-qur’an yang berkaitan dengan fungsi manusia sebagai khalifah, demokrasi serta pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
  2. Meningkatkan keimanan kepada Allah sampai Qadha dan Qadhar melalui pemahaman terhadap sifat Asamul Husna
  3. Berperilaku terpuji seperti hasnuzzhan, taubat dan rela meninggalkan perilaku tercela seperti isyrof, tabzir dan fitnah.
  4. Memahami sumber hukum Islam dan hukum taklifi serta menjelaskan hukum muamalah dan hukum keluarga dalam Islam
  5. Memahami sejarah Nabi Muhammad pada periode Mekkah dan periode Madinah serta perkembangan Islam di Indonesia dan di dunia.

2. Pendidikan Agama Kristen

  1. Mewujudkan nilai-nilai Kristiani dalam pergaulan antara pribadi dan kehidupan sosial
  2. Merespon berbagai bentuk kehidupan modern, perkembangan budaya dan ilmu pengetahuan dan teknologi, dengan mengacu pada ajaran Kristen
  3. Bertanggung jawab sebagai seorang Kristen dalam kehidupan gereja, masyarakat dan  bangsa
  4. Menyampaikan berita damai dan menjadi pembawa damai sejahtera.

3. Pendidikan   Kewarganegaraan

  1. Memahami hakekat bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
  2. Menganalisis sikap positif terhadap penegakan hukum, peradilan nasional, dan tindakan antik korupsi.
  3. Menganalisis pola-pola dan partisipasi aktif dalam pemajuan, penghormatan serta penegakan HAM baik di Indonesia maupun di luar negeri.
  4. Menganalisis peran dan hak warga negara dalam sistem pemerintahan NKRI.
  5. Menganalisis budaya politik demokrasi, konstitusi, kedaulatan negara, keterbukaan dan keadilan di Indonesia.
  6. Mengevaluasi hubungan internasional dan sistem hukum internasional.
  7. Mengevaluasi sikap berpolitik dan bermasyarakat madani sesuai dengan Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945.
  8. Menganalisis peran Indonesia dalam politik dan hubungan Internasional, regional dan kerja sama global laiinya.
  9. Menganalisis sistem hukum internasional, timbulnya konflik internasional, dan mahkamah internasional.

4. Bahasa Indonesia

1. Mendengarkan

Memahami wacana lisan dalam kegiatan penyampaian berita, laporan, saran, berita, pidato, wawancara, diskusi, seminar, dan pembacaan karya sastra berbentuk puisi, cerita rakyat, drama, cerpen dan novel.

2. Berbicara

Menggunakan wacana lisan untuk mengungkapkan pikiran, perasaan, dan informasi dalam kegiatan perkenalan, diskusi, bercerita, presentasi hasil penelitian, serta mengomentari pembacaan puisi dan pementasan drama

3. Membaca

Menggunakan berbagai jenis membaca untuk memahami wacana tulis teks nonsastra berbentuk grafik, tabel, artikel, tajuk rencana, teks pidato, serta teks sastra berbentuk puisi, hikayat, novel, biografi, puisi kontemporer, karya sastra berbagai angkatan dan sastra Melayu Klasik.

5. Bahasa Inggris

1. Mendengarkan

Memahami makna dan wacana lisan interpersonal dan transaksional, secara format maupun informal, dalam bentuk recount, narrative, procedure, descriptive, news item, report, analitycal exposition, hortatory exposition, spoof, explanation, discussion, dan review dalam konteks kehidupan sehari-hari.

2. Berbicara

Mengungkapkan makna secara lisan dalam wacana interpersonal dan transaksional, secara formal maupun informal, dalam bentuk recount, narrative, procedure, descriptive, news item, report, analytical exposition, hortatory exposition, spoof, explanation, discussion, dan review dalam konteks kehidupan sehari-hari.

3. Membaca

Memahami makna dalam wacana tertulis interpersonal dan transaksional, secara formal maupun informal, dalam bentuk recount, narrative, procedure, descriptive, news item, report, analytical exposition, hortatory exposition, spoof, explanation, discussion, dan review dalam konteks kehidupan sehari-hari

4. Menulis

Mengungkapkan makna secara tertulis dalam interpersonal dan transaksional, secara formal maupun informal, dalam bentuk recount, narrative, procedure, descriptive, news item, report, analytical exposition, hortatory exposition, spoof, explanation, discussion, dan review dalam konteks kehidupan sehari-hari

6. Matematika

Program IPA

  1. Memahami pernyataan dalam matematika dan inkarannya, menentukan nilai kebenaran pernyataan majemuk dan pernyataan berkuantor, serta menggunakan prinsip logika matematika dan pemencahan masalah.
  2. Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan aljabar sederhana, fungsi kuadrat, fungsi eksponen dan grafiknya, fungsi komposisi dan fungsi invers, persamaan dan pertidaksamaan kuadrat, persamaan lingkaran dan persamaan garis singgungnya, suku banyak, algoritma, pembagian dan teorema sisa, program linear, matrik dan determinan, vektor, transpormasi geometri dan komposisinya, barisan dan deret, serta menggunakannya dalam pemecahan masalah.
  3. Menentukan kedudukan, jarak dan besar sudut yang melibatkan titik, garis dan bidang di ruang dimesi tiga serta menggunakannya dalam pemecahan masalah.
  4. Menggunakan konsep perbandingan, fungsi, persamaan dan identitas trigonometri, rumus sinus dan kosinus jumlah dan selisih dua sudut, rumus jumlah dan selisih sinus kosinus serta menggunakan dalam pemecahan masalah.
  5. Memahami limit fungsi aljabar dan fungsi trigonometri di suatu titik dan sifat-sifatnya, turunan fungsi, nilai ektrem, integral tak tentu dan integral tentu, fungsi aljabar dan trigonometri, serta menerapkannya dalam pemecahan masalah.
  6. Memahami dan mengaplikasikan penyajian data dalam bentuk tabel, diagram, gambar, grafik, dan ogive, ukuran pemusatan, letak dan ukuran penyebaran, permutasi dan kombinasi, ruang sampel dan peluang kejadian dan menerapkan dalam pemecahan masalah.
  7. Memiliki sikap menghargai matematika dan kegunaan dalam kehidupan sehari-hari.
  8. Memiliki kemampuan berfikir logis, analitis, sistematis, kritis, dan kreatif, serta mempunyai kemampuan bekerjasama.

 

Program IPS

1. Memahami pernyataan dalam matematika dan ingkarannya, menentukan nilai kebenaran penyataan majemuk dan pernyataan berkuantor, serta menggunakan prinsip logika matematika dalam pemecahan masalah yang berkaitan dengan pernyataan majemuk dan pernyataan berkuantor.

2. Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan aturan pangkat, akar dan logaritma, fungsi aljabar sederhana, fungsi kuadrat dan grafiknya, persamaan dan pertidaksamaan kuadrat, komposisi dan inver fungsi, program linear, matriks dan determinan, vektor, transpormasi geometri dan komposisinya, barisan dan deret, serta menggunakannya dalam pemecahan masalah.

3. Menentukan kedudukan, jarak dan besar sudut yang melibatkan titik, garis dan bidang di ruang dimensi tiga serta menggunakannya dalam pemecahan masalah.

4. Memahami konsep perbandingan, fungsi, persamaan identitas trigonometri  serta menggunakannya dalam pemecahan masalah.

5. Memahami limit fungsi aljabar dan fungsi trigonometri di suatu titik dan sifat-sifatnya, turunan fungsi, nilai ektrem, integral tak tentu dan integral tentu, fungsi aljabar dan trigonometri, serta menerapkannya dalam pemecahan masalah.

6. Mengaplikasikan penyajian data dalam bentuk tabel, diagram, gambar, grafik dan ogive, ukuran pemusatan, letak dan ukuran penyebaran, permutasi dan kombinasi, ruang sampel dan peluang kejadian, dalam pemecahan masalah.

7. Memiliki sikap dan menghargai matematika dan kegunaannya dalam kehidupan sehari-hari

8. Memiliki kemampuan berfikir logis, analitis, sistematis, kritis dan kreatif, serta mempunyai kemampuan bekerjasama.

7. Fisika

1.Melakukan percobaan, antara lain merumuskan masalah, mengajukan dan menguji hipotesis, menentukan variabel, merancang dan merakit instrumen, mengumpulkan, mengolah dan menafsirkan data, menarik kesimpulan, serta mengkomunikasikan hasil percobaan secara lisan dan tertulis.

2. Memahami prinsip-prinsip dan melakukan pengukuran besaran fisika secara langsung dan tidak langsung secara cermat, teliti, dan obyektif

3.  Menganalisis gejala alam dan keteraturannya dalam cakupan mekanika titik, kekekalan energi, impuls, dan momentum.

4. Mendeskripsikan prinsip dan konsep konservasi kalor, sifat gas ideal, fluida dan perubahannya yang menyangkut hukum termodinamika serta penerapannya dalam mesin kalor.

5. Menerapkan konsep dan prinsip optik dan gelombang dalam berbagai penyelesaian masalah dan produk teknologi.

6. Menerapkan konsep dan prinsip kelistrikan dan kemagnetan dalam berbagai masalah dan produk teknologi.

8. Biologi

  1. Merumuskan masalah, mengajukan dan menguji hipotesis, menentukan variabel, merancang dan merakit instrumen, menggunakan berbagai peraltan untuk melakukan pengamatan dan pengukuran yang tepat dan teliti, mengumpulkan, mengolah, menafsirkan dan menyajikan data secara sistematis, dan menarik kesimpulan sesuai dengan bukti yang diperoleh, serta berkomunikasi ilmiah hasil percobaan secara lisan dan tertulis.
  2. Memahami keanekaragaman hayati dan klasifikasinya, peranan keanekaragaman hayati bagi kehidupan dan upaya pelesatarian.
  3. Menganalisis hubungan antar komponen ekosistem, perubahan materi dan energi, serta perananan manusia dalam keseimbangan eksistem.
  4. Memahami konsep sel dan jaringan, keterkaitan antara struktur dan fungsi organ, kelainan dan penyakit yang mungkin terjadi pada sistem organ, serta implikasinya pada saint, lingkungan, teknologi dan masyarakat.
  5. Memahami faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan, proses metabolisme dan hereditas, evolusi dan implikasinya dengan sains, lingkungan dan teknologi masyarakat.
  6. Memahami prinsip-prinsip dasar teknologi bioteknologi serta implikasinya pada sains, lingkunan dan teknologi masyarakat.

 

9. Kimia

  1. Melakukan percobaan, antara lain merumuskan maslaah, mengajukan dan menguji hipotesis, menentukan variabel, merancang dan merakit instrumen, mengumpulkan, mengolah dan menafsirakan hasil percbobaan secara lisan dan tertulis.
  2. Memahami hukum dasar dan penerapannya, cara perhitungan dan pengukuran, fenomena reaksi kimia yang terkait dengan kinematika, keseimbangan, kekekalan masa dan kekekalan energi.
  3. Memahami sifat berbagai larutan asam-basa, larutan koloid, larutan elektrolit-non elektrolit, termasuk cara pengukuran dan kegunaannya.
  4. Memahami konsep reaksi oksidasi-reduksi dan elektrokimia serta penerapannya dalam fenomena pembentukan energi listrik, korosi logam, dan pemisahan bahan (elektrolisis)
  5. Memahami struktur molekul dan reaksi senyawa organik yang meliputi benzena dan turunannya, lemak dan karbohidrat, protein dan polimer serta kegunannya dalam kehidupan sehari-hari.

10. Sejarah

Kelas X

  1. Memahami ruang lingkup ilmu sejarah
  2. Menggunakan prinsip-prinsip dasar penelitian sejarah
  3. Menganalisis masa pra-aksara dan masyarakat aksara pada masyarakat Indonesia.
  4. Menganalisis kehidupan awal masyarakat di Indonesia meliputi peradaban awal, asal-usul dan persebaran manusia di wilayah nusantara / Indonesia.

Program IPA

  1. Menganalisis perkembangan masa negara-negara tradisional yang meliputi masa Hindu-Budha, Islam di Indonesia.
  2. Membandingkan perkembangan masyarakat Indonesia masa penjajahan Hindia-Belanda dan pemerintahan Pendudukan Jepang.
  3. Menganalisi proses kelahiran dan pertumbuhan nasionalisme di Indonesia.
  4. Merekontruksi perkembangan masyarakat Indonesia sejak Proklamasi Kemerdekaan sampai dengan periode Demokrasi terpimpin.
  5. Merekonstruksi pergantian pemerintahan masa awal kemerdekaan (1945-1955), demokrasi terpimpin (1955-1967), ke masa pemerintahan order baru (1967-1998) sampai periode reformasi (sejak 1998 s.d. sekarang).
  6. Merekontruksi perkembangan masyarakat pada masa orde baru.
  7. Menganalisis perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sesudah perang dunia II sampai dengan pertumbuhan teknologi mutakhir.

Program IPS

  1. Menganalisis kehidupan awal, peradaban manusia Indonesia dan bangsa-bangsa lain di dunia, serta asal-usul dan persebaran manusia di Indonesia.
  2. Mengalisis perkembangan bangsa Indonesia pada masa negara tradisional, meliputi perkembangan budaya, agama, dan sistem pemerintah masa Hindu-Budha, masa Islam, proses interaksi antara tradisi lokal, Hind-Budha dan Islam di Indonesia.
  3. Menganalisis kesejarahan masa kolonial Hindia Belanda (pengaruh barat) meliputi perubahan ekonomi, demografi, sosial, serta politik dan masa kolonial Jepang yang meliputi perubahan sosial-ekonomi, politik.
  4. Menganalisis perngaruh berbagai revolusi politik dan sosial di dunia (Revolusi Prancis, revolusi Amerika, revolusi Rusia) terhadap perubahan sosial, ekonomi dan politik.
  5. Mengalisis peristiwa sekitar Proklamasi 17 Agustus 1945, terbentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan lahirnya Undang-Undang Dasar 1945.
  6. Menganalisis perkembangan masyarakat Indonesia mulai masa kerajaan-kerajaan Hindu-Budha, kerajaan-kerajaan Islam, pemerintahan kolonial Belanda, Inggris, Pemerintahan pendudukan Jepang, meliputi politik (lahirnya gerakan pendidikan dan nasionalisme), cita-cita terbentuknya negara merdeka dan sebagainya.
  7. Menganalisis perjuangan dalam mempertahankan kemerdekaan dan persatuan NKRI dari ancaman disintegrasi bangsa, antara lain DI/TII, Peristiwa PERMESTA, Peristiwa Andi Azis, RMS, PRRI, dan Gerakan G-30-S/PKI
  8. Mengalisis perkembangan masyarakat Indonesia sejak proklamasi sampai dengan masa Orde Baru, dan masa Reformasi, meliputi masa pemerintahan demokrasi terpimpin (Orde baru, 1945-1967) masa demokrasi Pancasila (order baru, 1967-1998), dan masa peralihan ke masa reformasi (1998-sekarang).

11. Geografi

  1. Memahami hakikat, obyek, ruang lingkup, struktur dan pendekatan Geografi
  2. Mempraktekan keterampilan dasar peta dan memanfaatkannya dalam mengkaji geosfer.
  3. Memahami pemanfaatan citra dan SIG sebagai wahana memvisualkan geosfer
  4. Menganalisis dinamika dan kecenderungan perubahan unsur-unsur geosfera serta dampaknya terhadap kehidupan di muka bumi.
  5. Memahamai pola dan aturan tata surya dan jagat raya dan kaitannya dengan kehidupan di muka bumi
  6. Memahami sumber daya alam dan memanfaatkannya secara arif.
  7. Menganalisis pemanfaatan dan pelestarian lingkungan hidup dalam kaitannya dengan pembangunan berkelanjutan.
  8. Menganalisis konsep wilayah dan perwilayahan dalam kaitannya dengan perencanaan pembangunan wilayah, pedesaan dan perkotaan serta negara maju dan berkembang.

12. Ekonomi

  1. Mengalisis permasalahanan ekonomi dalam kaitannya dengan kebutuhan manusia dan sistem ekonomi.
  2. Mendeskripsikan kegiatan ekonomi produsen, konsumen, permintaan, penawaran dan harga keseimbangan melalui mekanisme pasar.
  3. Mendeskripsikan kebijakan pemerintah dalam bidang ekonomi dalam kaitannya dengan pendapatan nasional, konsumsi, tabungan dan investasi uang gan perbangkan.
  4. Memahami pembangunan ekonomi suatu negara dalam kaitannya dengan ketenagakerjaan, APBN, pasar modal dan ekonomi terbuka.
  5. Menyusun siklus akuntansi perusahaan jasa dan perusahaan dagang
  6. Memahami fungsi-fungsi manajemen badan usaha, koperasi kewirasahaan

13. Sosilogi

  1. Memahami sosiologi sebagai ilmu yang mengkaji hubungan masyarakat dan lingkungan
  2. Memahami proses interaksi sosial di dalam masyarakat dan norma yang mengatur hubungan tersebut serta kaitannya dengan dinamika kehidupan sosial.
  3. Mengidentifikasi kegiatan bersosialisasi sebagai proses pembentukan kepribadian.
  4. Mengidentifiikasi berbagai perilaku menyimpang dan antri sosial dalam masyarakat
  5. Menganalisis hubungan antara struktur dan mobilitas sosial dalam kaitannya dengan konflik sosial.
  6. Mendeskripsikan berbagai bentuk kelompok sosial dan perkembangannya dlam masyarakat yang multikultural.
  7. Menjelaskan proses perubahan sosial pada masyarakat dan dampaknya terhadap kehidupan masyarakat
  8. Menjelaskan hakikat dan tipe-tipe lembaga sosial dan fungsinya dalam masyarakat.
  9. Melakukan penelitian sosial secara sederhana dan mengkomunikasikan hasilnya dalam tulisan dan lisan

14. Seni Budaya

Seni Budaya

  1. Mengapresiasi dan mengekpresi karya seni musik tradisional dan nontradisional dengan beragam teknik, media dan materi musik daerah setempat
  2. Mengapresiasi dan mengekpresikan karya seni musik tradisional dan nontradisional dengan beragam proses, teknik, prosedur, media dan materi musik nusantara.
  3. Mengapresiasi dan mengekpresikan karya seni musik tradisional dan nontradisional dengan beragam proses, teknik, prosedur, media, dan materi musik mancanegara (NonAsia)

Seni Rupa (Program IPA)

  1. Mengapresiasi dan mengekpresikan karya seni rupa terapan dengan memanfaatkan teknik dan corak daerah setempat dan nusantara.
  2. Mengapresiasi dan mengekpresikan karya seni terapan dengan memanfaatkan teknik mistar dan proyeksi dengan mempertimbangkan fungsi dan corak seni rupa terapan nusantara dan mancanegara.
  3. Mengapresiasi dan mengekpresikan karya seni rupa murni dan terapan (modern/konteporer) yang dikembangkan dari beragam unsur, corak dan teknik seni rupa nusantara.

15. Pendidikan Jasmani,  Olahraga dan

      Kesehatan

  1. Mempraktekan keterampilan permainan dan olahraga dengan menggunakan peraturan
  2. Mempraktekan rangkaian senam lantai dan irama serta nilai-nilai yang terkandung di dalamnya
  3. Mempraktekan pengembangan mekanik sikap tubuh, kebugaran jasmani serta aktivitas lainnya
  4. Mempraktekkan gerak ritmik yang meliputi senam pagi, senam aerobik, dan aktivitas lainnya.
  5. Mempraktekan kegiatan dalam air seperti renang, permainan di air dan keselamatan di air
  6. Mempraktekan kegiatan-kegiatan di luar kelas seperti melakukan perkemahan, penjelahan alam sekitar, mendaki gunung, dan lain-lain.
  7. Memahami budaya hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari seperti perawatan tubuh serta lingkungan yang sehat, mengenal berbagai penyakit dan cara mencegahnya serta menghindari narkoba dan HIV

16. Teknologi Informasi dan Komunikasi

  1. Memahami fungsi dan proses kerja berbagai peralatan teknologi informasi dan komunikasi yang ditopang oleh sikap cermat dan menghargai Hak Atas Kekayaan Intelektual
  2. Menggunakan perangkat pengolah kata, pengolah angka, pembuat grafis dan pembuat presentasi dengan variasi tabel, grafik, gambar dan diagram untuk menghasilkan informasi.
  3. Memahami prinsip dasar internet / intranet dan menggunakannya untuk keperluan informasi, berkomunikasi dan bertukar informasi.

17. Bahasa Arab

1. Mendengarkan

Mendengarkan bunyi dari huruf-huruf arab, kata, kalimat

2. Berbicara

Melafazhkan huruf-huruf, kata dan kalimat serta menerapkan dalam kehidupan sehari-hari

3. Membaca

Membaca huruf-huruf, kata dan kalimat serta menerapkan dalam kehidupan sehari-hari

  1. Menulis

Menuliskan huruf-huruf, kata dan kalimat serta menerapkan dalam kehidupan sehari-hari

 

2. Muatan Lokal

Muatan lokal yang dipilih adalah Pendidikan Lingkungan Hidup (PLH). Pemilihan mulok PLH oleh SMA Plus Negeri 2 Banyuasin III ini didasari oleh beberapa alasan yaitu

1)      sekolah berada di lahan yang luasnya 40.003 m2 sehingga ada harapan agar lingkungan sekolah ini dapat dikelola dengan lebih baik

2)      sekolah memiliki permasalahan dengan sampah sehingga perlu upaya untuk mengatasi dan mengelola sampah tersebut

3)      sekolah setiap tahun dipilih sebagai nominasi sekolah adi wiyata yang tentu saja menuntut penataan dan pengelolaan lingkungan hidup

4)      sebagai salah satu ciri SMA Plus Negeri 2 Banyuasin III yang mendukung kegiatan ektrakurikuler Karya Ilmiah Remaja (KIR)

Pola pelaksanaan Muatan Lokal terintegrasi dalam mata pelajaran dengan distribusi 2 jam pelajaran. Jenis kegiatan yang dilakukan adalah kegiatan tatap muka baik di kelas maupun di luar kelas dengan mengutamakan keterampilan yang harus dikuasai siswa. Pembimbing atau guru mata pelajaran harus melakukan usaha sedemikian rupa sehingga siswa mempunyai kompetensi minimal sehingga dapat dijadikan sebagai model hidup atau modal pada saat siswa lulus dan melanjutkan ke perguruan tinggi baik di dalam maupun diluar negeri. Penilaian yang dilakukan meliputi tiga ranah yaitu (1) pengetahuan, (2) praktik dan (3) sikap dalam bentuk Ulangan Harian, Ulangan Tengah Semester, Ulangan Akhir Semester, Ulangan Kenaikan Kelas dan Ujian Sekolah.

Program Muatan Lokal disusun atas kerja sama dengan antara sekolah dengan Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Banyuasin. Muatan Lokal ini ini juga sekaligus merupakan unggulan lokal sekolah. Berikut ini adalah Tabel 15  yang menunjukkan program Muatan Lokal yang wajib diikuti oleh seluruh peserta didik.

 

Tabel 15. Program Muatan Lokal Pengelolaan Lingkungan Hidup

Kelas X Semester 1

STANDAR KOMPETENSI

KOMPETENSI DASAR

  1.  Memahami konsep dasar  

 lingkungan hidup

 

 

 

 

 

 

 

2. Mencintai konsep lingkungan hidup

 

 

  1. Menerapkan konsep lingkungan hidup

 

 

 

4. Menganalisis kondisi ketertiban, kebersihan dan keindahan dalam lingkungan hidup

 

 

5. Menilai ketertiban, 

    kebersihan dan keindahan

 

1.1  Menjelaskan Pendidkan Lingkun hidup sebagai ilmu yang mengkaji  lingkungan

1.2  Membandingkan unsur-unsur lingkungan hidup yang mencakup lingkungan alami, lingkungan binaan dan lingkungan sosial

1.3  Membandingkan kondisi lingkungan baik lokal maupun global pada masa kini

 

 

2.1 Mencintai keberadaan lingkungan hidup yang tertata dengan baik

 

3.1  Membiasakan diri menata lingkungan hidup

       sesuai dengan kondisi tertentu

3.2   Memelihara lingkungan hidup disesuaikan 

 dengan kondisi tertentu

 

 

4.1 Menyusun nilai dan norma ketertiban, 

kebersihan dan keindahan yang berlaku dalam lingkungan hidup

 

 

 

5.1 Mencintai ketertiban, 

      kebersihan dan keindahan berdasarkan etika

      lingkungan

 

 

 

 

 

Kelas X Semester 2

STANDAR KOMPETENSI

KOMPETENSI DASAR

2. Mencintai konsep lingkungan hidup

 

 

3. Menerapkan konsep lingkungan hidup

 

 

4. Menganalisis kondisi ketertiban, kebersihan dan keindahan dalam lingkungan hidup

 

 

5. Menilai ketertiban, 

    kebersihan dan keindahan

 

 

 

6. Melakukanketertiban, 

    kebersihan dan keindahan

2.1 Mencintai keberadaan lingkungan hidup yang tertata dengan baik

 

3.1  Membiasakan diri menata lingkungan hidup

       sesuai dengan kondisi tertentu

3.3   Memelihara lingkungan hidup disesuaikan 

 dengan kondisi tertentu

 

4.1 Menyusun nilai dan norma ketertiban, 

kebersihan dan keindahan yang berlaku dalam lingkungan hidup

 

 

 

5.1 Mencintai ketertiban, 

kebersihan dan keindahan berdasarkan etika       lingkungan

 

 

6.1  Memelihara ketertiban, kebersihan dan

keindahan dalam lingkungan

6.2 Membiasakan diri dalam aktivitas ketertiban, kebersihan dan keindahan

 

Kelas XI Semester 1

STANDAR KOMPETENSI

KOMPETENSI DASAR

2. Mencintai konsep lingkungan hidup

 

 

3. Menerapkan konsep lingkungan hidup

 

  1. Menganalisis kondisi ketertiban, kebersihan dan keindahan dalam lingkungan hidup

 

5. Menilai ketertiban, 

    kebersihan dan keindahan

 

 

6. Melakukanketertiban, 

    kebersihan dan keindahan

 

7. Memahami pembibitan,  penanaman, pemeliharaan dan pengawasan dalam lingkungan

 

 

 

 

 

8. Mencintai pekerjaan pembibitan,  penanaman, pemeliharaan dan pengawasan dalam lingkungan hidup

2.1 Mencintai keberadaan lingkungan hidup yang tertata dengan baik

 

4.2   Memelihara lingkungan hidup disesuaikan 

 dengan kondisi tertentu

 

4.3 Menyusun cara-cara penerapan tentang 

      ketertiban, kebersihan dan keindahan baik yang

      tertulis maupun tidak tertulis

4.4 Menyusun akibat-akibat adanya pelanggaran 

      ketertiban, kebersihan dan keindahan

5.1 Mencintai ketertiban, 

      kebersihan dan keindahan berdasarkan etika    lingkungan

 

 

6.1  Memelihara ketertiban, kebersihan dan

keindahan dalam lingkungan

 

7.1  Menjelaskan proses pembibitan, penanaman,

pemeliharaan,dan pengawasan

7.2 Membandingkan proses pelaksanaan, pembibitan, penanaman, pemeliharaan dan pengawasan

7.3 Menyimpulkan proses pelaksanaan, pembibitan, penanaman, pemeliharaan dan pengawasan

 

 

 

8.1  menyenangi pelaksanaan program pembibitan, penanaman, pemeliharaan dan pengawasan

8.2  mencintai hasil program pembibitan, penanaman, pemeliharaan dan pengawasan

 

 

 

Kelas XI Semester 2

STANDAR KOMPETENSI

KOMPETENSI DASAR

2. Mencintai konsep lingkungan hidup

 

 

3. Menerapkan konsep lingkungan hidup

 

4. Menganalisis kondisi ketertiban, kebersihan dan keindahan dalam lingkungan hidup

 

5. Menilai ketertiban, 

    kebersihan dan keindahan

 

6. Melakukanketertiban, 

    kebersihan dan keindahan

 

2.1 Mencintai keberadaan lingkungan hidup yang tertata dengan baik

 

3.2     Memelihara lingkungan hidup disesuaikan 

 dengan kondisi tertentu

 

 

4.1 Menyusun nilai dan norma ketertiban, 

kebersihan dan keindahan yang berlaku dalam lingkungan hidup

 

5.1 Mencintai ketertiban, 

      kebersihan dan keindahan berdasarkan etika lingkungan

6.1  Memelihara ketertiban, kebersihan dan

     keindahan dalam lingkungan

6.2 Membiasakan diri dalam aktivitas ketertiban, 

      kebersihan dan keindahan

 

 

Kelas XII Semester 1

STANDAR KOMPETENSI

KOMPETENSI DASAR

2. Mencintai konsep lingkungan hidup

 

 

3. Menerapkan konsep lingkungan hidup

 

4. Menganalisis kondisi ketertiban, kebersihan dan keindahan dalam lingkungan hidup

 

5. Menilai ketertiban, 

    kebersihan dan keindahan

 

 

6. Melakukanketertiban, 

    kebersihan dan keindahan

 

 

 

 

  1. Menerapkan pembibitan, penanaman, pemeliharaan, dan pengawasan dalam lingkungan hidup

 

 

 

 

  1. Mengembangkan IPTEK dalam pengelolangan lingkungan hidup

2.1 Mencintai keberadaan lingkungan hidup yang tertata dengan baik

 

3.1  Memelihara lingkungan hidup disesuaikan 

 dengan kondisi tertentu

 

 

4.1 Menyusun nilai dan norma ketertiban, 

kebersihan dan keindahan yang berlaku dalam lingkungan hidup

 

5.1 Mencintai ketertiban, 

      kebersihan dan keindahan berdasarkan etika lingkungan

 

6.1  Memelihara ketertiban, kebersihan dan

     keindahan dalam lingkungan

6.2 Membiasakan diri dalam aktivitas ketertiban, 

 kebersihan dan keindahan

 

 

9.1  Melakukan pembibitan, penanaman, pemeliharaan, dan pengawasan dalam lingkungan hidup

9.2  Membiasakan diri untuk melakukan pembibitan, penanaman, pemeliharaan, dan pengawasan di tempat masing-masing

 

 

10.1  memecahkan masalah-masalah lingkungan hidup dengan menggunakan IPTEK

10.2  Membuat perencanaan pemanfaatan IPTEK dalam pengelolaan lingkungan hidup

10.3  Menghasilkan produk-produk IPTEK yang bermanfaat dalam pengelolaan lingkungan hidup

 

Kelas XII Semester 2

STANDAR KOMPETENSI

KOMPETENSI DASAR

2. Mencintai konsep lingkungan hidup

 

 

3. Menerapkan konsep lingkungan hidup

 

4. Menganalisis kondisi ketertiban, kebersihan dan keindahan dalam lingkungan hidup

 

5. Menilai ketertiban, 

    kebersihan dan keindahan

 

 

6. Melakukanketertiban, 

    kebersihan dan keindahan

 

 

 

  1. Menilai IPTEK dalam pengelolaan lingkungan hidup

 

 

 

  1. Menerapkan IPTEK dalam pengelolaan lingkungan hidup

 

2.1 Mencintai keberadaan lingkungan hidup yang tertata dengan baik

 

3.2  Memelihara lingkungan hidup disesuaikan 

 dengan kondisi tertentu

 

 

4.1 Menyusun nilai dan norma ketertiban, 

kebersihan dan keindahan yang berlaku dalam lingkungan hidup

 

5.1 Mencintai ketertiban, 

      kebersihan dan keindahan berdasarkan etika lingkungan

 

6.2  Memelihara ketertiban, kebersihan dan

     keindahan dalam lingkungan

6.2 Membiasakan diri dalam aktivitas ketertiban, 

 kebersihan dan keindahan

 

11.1Menyenangi proses pengelolaan lingkungan hidup dengan menggunakan IPTEK

11.2  Menerima perkembangan IPTEK dalam pengelolaan lingkungan hidup

 

12.1  Memelihara produk-produk IPTEK yang tepat guna dalam pengelolaan lingkungan hidup

12.2  Meniru perkembangan IPTEK dari daerah yang sudah maju

12.3  Membiasakan diri dalam proses pengelolaan lingkungan hidup dengan menggunakan IPTEK

 

 

3. Kegiatan Pengembangan Diri

Program Pengembangan diri dikoordinasikan dengan Guru Bimbingan Konseling dengan melakukan penelusuran terhadap minat dan prestasi peserta didik pada awal masuk sekolah. Caranya adalah dengan memberikan tes psikologi, tujuannya adalah memetakan kemampuan siswa sesuai dengan minat, bakat dan program ekstrakurikuler yang akan dipilih. Program pengembangan diri oleh guru Bimbingan Konseling disusun tersendiri dalam program bimbingan konseling dan merupakan satu kesatuan dengan lampiran yang lainnya pada dokumen Kurikulum SMA Plus Negeri 2 Banyuasin III.

 Pengembangan diri kemudian dilanjutkan dengan kegiatan di lapangan yang dilakukan oleh pembina sesuai dengan bidang keahliannya. Kegiatan Program Pengembangan Diri merupakan program dengan memperhatikan minat dan bakat serta pilihan peserta didik. Secara umum program pengembangan diri terbagi atas 4 program yaitu Bidang Olah Raga, Klub Sain, Bidang Bela Negara, Bidang Seni, Kerohanian dan Hobi.

Pelaksanaan Kegiatan Pengembangan diri dilaksanakan setiap hari Selasa, Kamis dan Sabtu. Selasa dan Kamis dilaksanakan setiap jam 14.20 s/d 16.00 sedangkan pada hari sabtu dilaksanakan setiap pukul 8.00 s/d 12.00. Secara umum program pengembangan diri di SMA Plus Negeri 2 Banyuasin III adalah sebagai berikut.

1)      Kegiatan ini dimaksudkan agar potensi yang dimiliki peserta didik dapat berkembang secara optimal, pertemuan ini setidaknya setara dengan 2 x 45 menit.

2)      Pelaksanaan kegiatan terdiri dari 3 tahap.

                                                                                                       

TAHAP PESIAPAN è TAHAP PELAKSANAAN è TAHAP EVALUASI DAN PEMENTASAN

 

Tahap persiapan, untuk melaksanakan sebuah program ekstrakurikuler di SMA Plus Negeri 2 Banyuasin III disamping ide dari guru, cabang ekstra juga diminta dari minat peserta didik, jika peserta didik menghendaki sebuah cabang tertentu minimal 20 orang maka sekolah akan menyelenggarakan program tersebut. Program ini diawali dengan penjaringan peserta didik terhadap cabang ekstrakurikuler yang telah ditetapkan di sekolah. Langkah selanjutnya adalah mencari pelatih dan pembina yang cocok dan menguasai bidang ekstra yang bersangkutan. Jika tidak ada guru yang benar-benar menguasai bidang ekstra tertentu maka sekolah akan mengusahkan pelatih dari luar. Setelah pelatih didapat selanjutnya adalah pemenuhan perlengkapan ekstrakurikuler seperti untuk olah raga adalah alat-alat olah raga yang jumlahnya memadai untuk peserta olahraga, peralatan musik dan peralatan lain yang mendukung pelaksanaan ekstrakurikuler secara baik.

Tahap Pelaksanaan, tahap pelaksanaan merupakan tahap yang paling panjang. Pada tahap ini ada sosialisasi dari yang senior kepada yang yunior, dimana pembimbingan yunior dapat dilakukan oleh seniornya sehingga akan meringankan tugas pelatih. Pembimbingan oleh senior ke yunior juga menjamin ekstra tetap berjalan dengan baik walaupun pelatih ekstra yang bersangkutan berhalangan. Tahapan ini berlangsung selama kurang lebih delapan bulan, semua hasil dari ekstra yang berupa barang dikumpulkan dalam suatu ruangan tertentu sesuai dengan bidang masing-masing, dan dapat dinikmati oleh setiap orang. Khusus untuk seni lukis memiliki sanggar semua karya anak disusun rapi dan sebagian dipasang pada dinding sekolah mulai ruang tamu, ruang kepala sekolah, ruang guru, perpustakaan dan sebagainya.

Tahap Evaluasi, tahapan ini merupakan tahapan akhir pada setiap kegiatan. Setelah di awal di rancang target yang harus dicapai maka di akhir tahun semua kegiatan ini dievaluasi seberapa jauh hasil yang diperoleh. Tahapan ini dilakukan untuk menjamin kesuksesan dan keberhasilan yang harus dicapai oleh bidang ektra tertentu apakah memenuhi target atau gagal. Jika memenuhi target seberapa jauh target tercapai dan jika gagal apakah perlu dilakukan penghapusan bidang ektra atau perbaikan terhadap pelatih, sarana atau lainnya. Bisa saja jika suatu bidang ektrakurikuler tidak efektif dapat dihilangkan dari program sekolah. Evaluasi tentu waktu dilakukan untuk melihat efektifitas dari kegiatan yang ada.

           Jadwal kegiatan pengembangan diri pada tahun pelajaran 2012/2013 di SMA Plus Negei 2 Banyuasin III dapat dilihat pada Tabel adalah sebagai berikut.

Tabel 15. Jadwal Kegiatan Ekstrakurikuler

Selasa

Kamis

Sabtu

1. Bulu Tangkis

1. Broadcasting

1. Bolavoli

2. English Club

2. Paskibra

2. Tenis Meja

3. PMR

3. Anggar

3. Anggar

4. KIR

4. KIR

4. Klub Gemar Mata pelajaran

5. Majalah Dinding

5. Rohis

5. Civics Club

 

3)      Klub Gemar Mata Pelajaran

Klub Gemar  Mata Pelajaran di Sma Plus Negeri 2 Banyuasin III terdiri dari Klub Fisika, Klub Kimia., Klub Biologi, Klub Matematika, Klub Komputer, Klub Astronomi, Klub Kebumian dan Klub Ekonomi. Klub Gemar Mata Pelajaran ini ditujukan pada pembimbingan peserta didik untuk dapat menjuarai Olimpiade Sain. Selain Klub Gemar Mata Pelajaran  terdapat juga English Club dan Civics Club. Pembimbingan peserta didik pada English Club ditujukan untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris secara aktif, menjuarai lomba pidato dan debat Bahasa Inggris. Sedangkan Civics Club ditujukan agar peserta didik menjuarai lomba cerdas cermat empat pilar negara (UUD 1945, Pancasila, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika). Semua klub tersebut memiliki target untuk menjadi juara di tingkat kabupaten, provinsi dan nasional.

Setiap klub dibina oleh seorang pendidik sebagai pembina yang memiliki kompetensi dan pengalaman sesuai dengan bidang yang diajarkannya. Semua klub berada di bawah seorang koordinator yang bertanggung jawab kepada wakil kepala sekolah urusan kurikulum. Pembina Klub sain ditetapkan dengan SK Kepala Sekolah. Tabel 16 berikut ini adalah daftar  pembina klub gemar mata pelajaran pada tahun pembelajaran 2012/2013.

Tabel 16.  Daftar Pembina Klub Gemar Mata Pelajaran

No.

Nama Klub

Pembina

Keterangan

1

Klub Fisika

Hj. Hilma, S.Si.

 

2

Klub Matematika

Desi Asmarani, S.Pd.

 

3

Klub Kimia

Nurdianah, S.Pd.

 

4

Klub Biologi

Yesi Riska Perba, S.Pd.

 

5

Klub Astronomi

Petri Priyatni, S.T.

 

6

Klub Komputer

Ardiliansyah, S.Pd., M.Pd.

 

7

Klub Ekonomi

Surakhman, S.Pd.

 

8

Klub Kebumian

Drs. Sudirman Samosir

 

9

English Club

Ayu Mardhatillah, S.Pd.

 

10

Civics Club

Ibzani, S.Pd.

 

 

Klub sain  melakukan perekrutan anggota dengan sistem acak, peserta didik yang berminat masuk ke dalam klub sain ditampung melalui koordinator masing-masing, kemudian koordinator dan pembina klub menyeleksi peserta didik yang mendaftar pada klub yang dipilih. Penentuan tentang apakah seorang peserta didik layak untuk diterima dalam suatu klub atau tidak berdasarkan dari hasil tes dan hasil pembelajaran di kelasnya.

Pelaksanaan pembinaan di dilakukan pada setiap hari sabtu mulai pukul 08.00 sampai dengan pukul 10.15. Prinsip pembinaan dengan sistem tutor sebaya, peserta didik yang sudah berpengalaman melakukan bimbingan terhadap juniornya dengan dikoordinasi dan diawasi oleh pembina klub. Pembina klub hanya memberikan pengarahan dan berlaku sebagai teman diskusi. Peserta didik diharapkan dapat mengembangkan kemampuannya secara optimal karena kemampuan sendiri. Pembina juga berlaku sebagai pemberi solusi jika ada persoalan yang tidak dapat diselesaikan bersama tutor sebaya.

 

4)  Bidang Olahraga

Pembinaan dan pengembangan olahraga di SMA Plus Negeri 2 Banyuasin III, dilaksanakan setiap hari Selasa, Kamis dan Sabtu sesuai dengan jadwal yang disusun. Cabang olahraga pada tahun ajaran 2011/2012 yang ditetapkan berdasarkan rapat pendidik dan tenaga kependidikan. Berikut ini adalah tabel 17 yang berisi nama cabang olahraga dan nama pembina/pelatih.

 

Tabel 17. Pelatih dan  Pembina Ekstrakurikuler Bidang Olahraga

Cabang Olah raga

Nama Pembina

  1. Bolavoli

Asnawi

  1.  Anggar

Ismanika, S.Pd.Kor.

  1. Sepak Bola

Imron, S.Pd.

  1. Basket

Wendi Agustian

  1. Karate

Asep Purnama, S.Pd.

  1. Taekwondo

Charlie

Pembinaan ekstrakurikuler olahraga dilakukan secara intensif selama 3 hari yaitu hari Selasa, Kamis dan Sabtu. Hari Selasa dan Kamis dilaksanakan mulai pukul 14.20 WIB sampai dengan 16.00 WIB, sedangkan pada hari Sabtu dari pukul 08.00 WIB sampai dengan 10.15 WIB.

Sistem pembinaan olah raga meliputi Fisik dan Teknik, sehingga disamping pembina di atas setiap pembina didampingi oleh seorang pelatih fisik. Pada tahap awal pelatihan mengutamakan pada bidang fisik, sehingga fisik menjadi prima dan tangguh. Disini juga berlaku seleksi jika seorang peserta didik tidak mampu dan tidak memiliki fisik yang memadai maka harus mengundurkan diri dan memilih bidang ekskul yang lain.

Tahap kedua dari cabang ini adalah latihan teknik dasar sesuai dengan bidang masing-masing. Setelah pembekalan secara fisik selesai maka di lakukan langkah berikutnya uji coba pertandingan secara intensif dalam jangka waktu tertentu, biasanya dilakukan 1 bulan sekali. Hal ini bertujuan untuk menentukan peringkat pemain pada setiap cabang ekskul.

Tahap ketiga adalah mengadakan Laga Tanding dengan sekolah baik antar sekolah di kabupaten yang sama atau kabupaten lain yang dipandang memiliki kemampuan seimbang dalam bidang yang bersangkutan. Tujuan Laga Tanding ini adalah untuk memberi bekal kemampuan bertanding pada para atlik ekskul sehingga jika menghadapi pertandingan sebenarnya tidak bermasalah lagi baik secara mental atau secara teknik.

Tahap Khusus, tahap khusus atau Training Center, yaitu tahapan  yang khusus dilakukan menjelang pertanding daerah atau nasional. Tahap khusus biasanya hanya diikuti oleh pemain peringkat 3: seperti tenis meja, bulu tangkis dan anggar besar atau regu inti untuk kelompok beregu bola volley.

Tahap Turnamen: merupakan tahap akhir yaitu lanjutan dari tahap khusus, tahap Turnamen diambil dari pematangan tahap khusus, peserta eskul yang berhak untuk menjadi wakil sekolah dalam turnamen daerah atau nasional.

Gambar 3. Pola Pelatihan Pada Bidang Ekstrakurikuler Olahraga

 

Seleksi Fisik

 

Laga Tanding

 

Tahap Khusus

 

Tahap Turnamen

 

Latihan Teknik

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Secara umum pola yang teratur dengan pelatihan sesuai dengan alur yang ditetapkan dalam jangka waktu tertentu menghasilkan prestasi yang cukup membanggakan dan sesuai dengan target yang ditetapkan walaupun jumlah peserta dan sarana yang kurang begitu memadai.

Pembinaan bidang seni dengan pola yang sama dengan menitikberatkan kepada kemampuan estetika. Target dari kegiatan seni adalah dapat tampil pada acara resmi sekolah, kabupaten, provinsi atau nasional.

 

5) Bidang Bela Negara

Bidang Bela negara meliputi Paskibra, Pramuka, PMR, dan LTBB. Bidang ini merupakan bidang yang melakukan program sesuai baku dan berkelanjutan: mulai perekrutan, pelatihan dan perlombaan. Pelatih dan pembina untuk empat bidang ini dapat diketahui dari tabel 18.

Tabel 18. Pelatih dan  Pembina Ekstrakurikuler Bidang Bela Negara

Bidang Bela Negara

Pembina

Paskibra

Rahmadisyah, S.Pd.

Pramuka

Fisol Patoni, S.H.

Nila Suyanti, S.Pd.

PMR

Sahrul Haromi, S.Pd.I.

Tahap perekrutan dilakukan oleh pembina dibantu oleh senior meliputi syarat tinggi badan, kesehatan dan kekuatan fisik.  Tahap perekrutan ini sekaligus seorang berhak mengikuti bidang ekstra yang dipilih atau tidak.

Setelah didapatkan anggota dilakukan pelatihan oleh senior dan pembina sebagai pendamping dalam latihan. Tahapan ini dilakukan secara bertahap satu minggu satu kali secara terjadwal. Pengujian terhadap kehandalan dalam latihan sehari-hari adalah hasil yang diperolah dalam perlombaan.

 

6) Bidang Seni dan Hobi

Disamping bidang olahraga yang cukup sulit untuk mendapatkan peserta dan pelatih, bidang seni juga mengalami hal demikian. Sebagaimana sebagian besar sekolah di Sumatera Selatan mengalami kendala dalam bidang guru kesenian. Untuk mengatasi hal ini sekolah mengadakan penjaringan bidang seni yang akan dilakukan.

Tabel 19. Pembina Bidang Seni dan Hobi

Bidang Seni dan Hobi

Pembina

Bidang Seni dan Hobi

Pembina

  1. Seni Musik

Yanto Wijaya

  1. Majalah Dinding (Mading)

Wenny Daryani, S.Pd.

  1. Seni Tradisional

Alfiandika, S.Sn.

  1. Paduan Suara

Drs. Sudirman Samosir

  1. Seni Tari

Edwin Hardi, S.Sos.

  1. Broadcasting

 

  1. Sanggar Sastra

Neny Tryana, S.Pd.

 

 

 

Dari penjaringan didapatkan : Bidang, seni musik dan  seni tari. Untuk memenuhi tenaga pelatih, sekolah mengontrak atau mendatangkan sukarelawan yang mengajarkan seni di atas.

Pengisian kegiatan dilakukan pada setiap hari Sabtu di Sanggar Sekolah. Keberhasilkan dari setiap bidang ini ditandai dengan hasil karya untuk seni lukis menghasilkan karya-karya seni lukis yang dapat dan layak untuk dipajang atau dijual.  Seni Tari dan Musik mampu tampil dalam acara-acara resmi dan tidak resmi yang dilakukan oleh sekolah, dinas pendidikan, kabupaten, propinsi atau nasional. Dan juga produk lagu yang dihasilkan oleh grup-grup band sekolah.

Sekolah juga mengadakan pameran seni dan pentas seni sekolah yang diadakan setuip tahun dalam rangka tutup tahun ajaran semester genap dan pembagian rapor untuk kenaikan kelas. Acara di kemas dengan mengundang orang tua supaya tahu hasil karya yang dihasilkan oleh anaknya selama 1 tahun menjalani pelatihan seni.

 

7) Bidang Kerohanian

Untuk membentengi peserta didik dalam mengahadapi era gelobalisasi dan modernisasi, bidang kerohanian di SMA Plus Negeri 2 Banyuasi III mendapatkan perhatian khusus. Pelaksanaan dengan sistem keteladanan, artinya guru harus melakukan terlebih dahulu sebelum menyuruh peserta didik melaksanaan sesuai. Kegiatan ini yang menjadi motor adalah guru Pendididikan agama, secara kebetulan di SMA Plus yang menjadi motor adalah guru Pendidikan Agama Islam.

Kegiatan Kerohanian dimulai dari pagi hari datang ke sekolah dan pulang dengan tradisi bersalaman, tradisi ini dimaksudkan untuk memberikan motivasi kepada peserta didik pentingnya menghormati dan menghargai orang yang lebih tua.

Pada pukul 07.00 s.d 07.15 semua peserta didik yang beragama Islam membaca Al-qur’an dengan pimpin oleh salah satu di kelas yang bersangkutan. Pada tahun pertama cukup membaca Al qur’an dan tajwidnya. Peserta didik yang belum dapat membaca dibimbing oleh temannya. Sedangkan peserta didik yang beragama lain membaca kitabnya masing-masing. Pelaksanaan kegiatan ini diawasi oleh guru piket.

Pada Pukul 13.20 dilakukan sholat dhulur berjamaah dengan sistem iman dan kultum terjadwal dan bergantian mulai kelas 10 sampai dengan 12. Kajian keagamaan dan keislaman secara khusus diadakan pada hari Sabtu pukul 10.30 smapai 12.30 WIB yang dipimpin oleh guru SMA Plus yang memiliki kemampuan.

Untuk menambah wawasan peserta didik setiap satu bulan didatangkan penceramah dari luar sekolah seperti dari IAIN Raden Fatah, MUI dan Ulama setempat.

Bidang sosial kemasyarakatkan dibentuk de ngan nama Kepedulian, kegiatan  ini sebagai sponsor kepedulian sosial baik terhadap teman sekolah, lingkungan atau terhadap siapa saja yang sedangkan mengalami musibah.

Dengan kegiatan keteladanan dan keperdulian diharapkan dapat mengembangkan sikap hormat, kasih sayang, jujur, taat kepada agama dan peduli terhadap orang lain.

Hal ini dapat dibuktikan dengan jika adanya dana sosial yang dapat digunakan sewaktu-waktu untuk keperluan di atas.

 

8) Pentas Seni dan Dies Natalis

Seluruh kegiatan Belajar Mengajar di SMA Plus Negeri 2 Banyuasin III akan ditampilkan dalam persembahan berupa pentas seni yang disebut ”Anugerah untuk Guruku” dalam rangka memperingati hari guru pada setiap tanggal 25 November. Seluruh peserta didik menampilkan bakat yang bertujuan untuk memberikan apresiasi kepada para pendidik  yang telah mengajar, mendidik dan membimbing mereka. Pada acara ini peserta didik juga memberikan predikat dan cinderamata kepada para pendidik ke dalam beberapa kategori misalnya guru terdisiplin, terhumoris, terkreatif, tersosial, berpenampilan terbaik, terfavorit dan sebagainya.

Dies Natalis merupakan peringatan ulang tahun berdirinya SMA Plus Negeri 2 Banyuasin III yang dirayakan dengan penyelenggaraan beberapa kegiatan bagi peserta didik SMP/MTs  dan bagi warga SMA Plus Negeri 2 Banyuasin III. Bagi peserta didik SMP/MTs kegiatannya berupa: (1) Gebyar Keislaman yang sekaligus memperingati Tahun Baru Islam berupa lomba kaligrafi, lomba nasyid, busana muslim, baca puisi dan pidato Bahasa Inggris yang bertema 1 Muharam, (2) Pertandingan Olahraga dan (3) Olimpiade Sain. Kegiatan ini ditujukan sebagai ajang promosi atau sosialisasi SMA Plus Negeri 2 Banyusin sebelum melakukan Penerimaan Peserta Didik baru (PPDB). Pemenang lomba pada ajang ini selain diberi tropi dan hadiah juga beberapa dari mereka diberi kesempatan untuk dapat menjadi peserta didik baru tanpa melalui tes. Bagi warga SMA Plus Negeri 2 Banyuasin III         perayaan dilakukan melalui kegiatan (1) perlombaan stan kelas yang digelar selama 1 minggu dan terbuka untuk umum, (2) kuis first rank dan (3) pemilihan duta siswa. Selain stan kelas terdapat juga stan sekolah dan stan dari instansi lain.  Pada puncak peringatan ulang tahun diadakan acara pemotongan tumpeng sebagai bentuk rasa syukur dan pembagian hadiah kepada seluruh pemenang.

 

  1. 4.        Pendidikan Kecakapan Hidup

Pendidikan kecakapan hidup yang diterapkan oleh sekolah merupakan bagian integral dari pembelajaran pada setiap mata pelajaran. Dengan demikian, materi kecakapan hidup akan diperoleh peserta didik melalui kegiatan pembelajaran sehari-hari yang emban oleh mata pelajaran yang bersangkutan.

 

  1. 5.        Beban Belajar

Sekolah menetapkan beban belajar peserta didik sebagai berikut

1)      Jam Reguler

  • Jam pembelajaran untuk setiap mata pelajaran dialokasikan sebagaimana tertera  

     dalam struktur kurikulum.

  • Alokasi waktu untuk penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur 30%

     dari waktu kegiatan tatap muka mata pelajaran yang bersangkutan.

  • Alokasi waktu untuk praktik adalah satu jam tatap muka setara dengan dua jam

     kegiatan praktik di sekolah atau empat jam praktik di luar sekolah.

Berikut ini adalah tabel 20 yang menunjukkan beban belajar peserta didik.

 

Tabel 20. Beban Belajar Peserta Didik

Kelas

Satu jam tatap muka (menit)

Jumlah jam pembelajaran Per minggu

Minggu Efektif per Tahun Pembelajaran

Waktu

Pembelajaran per tahun

Jumlah jam   per tahun        (@60 menit)

X s.d. XII

45

39

34

1326 jam pel

(59.679 menit)

 

 

 

994,5 jam

 

 

 

2) Jam Plus

Jumlah jam plus adalah 10 Jam untuk setiap jenjang, jam ini terpisah dari jam reguler seperti yang tercantum dalam struktur kurikulum. Jam plus dimaksudkan untuk memberikan bekal pengetahuan yang cukup bagi siswa SMA Plus Negeri 2 Banyuasin III sehingga mampu bersaing dengan sekolah-sekolah yang lain. Pola pembelajaran Plus ini adalah kegiatan termbimbing dengan guru mata pelajaran di jam reguler yang tersaji secara paralel, sehingga pada saat jam plus guru hanya membimbing siswa dalam penyelesaikan soal atau masalah baik pengetahuan maupun praktik.

Tujuan lain dari jam plus adalah mempersiapkan siswa kelas 12 dalam menghadapi ujian nasional dan menghadapi tes masuk ke perguruan tinggi negeri yang dituju. Setiap tahun SMA Plus Negeri 2 Banyuasin III menargetkan 100% siswanya dapat masuk ke PTN favorit. Adapun jalur yang ditempuh adalah SNMPTN jalur undangan, Kemitraaan Daerah, Beasiswa Bidikmisi dan jalur sejenisnya.

 

  1. 6.        Ketuntasan Belajar

Agar proses belajar mengajar dapat terarah dan mempunyai tujuan yang jelas maka perlu dibuat sesuatu standar minimal yang disebut Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). KKM ditentukan oleh guru mata pelajaran masing-masing dengan melihat per Indikator, Kompetensi Dasar dan Standar Kompetensi. Guru mata pelajaran melampirkan hasil analisis KKM dalam perangkat pembelajaran mereka. Sedangkan KKM mata pelajaran yang diperoleh untuk setiap kelas dan persentase ketercapaiannya dapat dilihat pada tabel berikut.

 

      Tabel 21.  Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) dan Persentase Ketercapaian KKM

untuk Kelas X

Komponen

Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) dan % Ketercapaian

Tahun Pembelajaran 2011/2012

KKM

Pengetahuan

% Ketercapaian

KKM

Praktik

% Ketercapaian

Sikap

1.    Pend. Agama

75

100

 

 

Sedang

2.    PKn

75

100

 

 

Sedang

3.    Bhs.Indonesia

75

100

75

100

Sedang

4.    Bhs.Inggris

75

100

75

100

Sedang

5.    Matematika

75

100

 

 

Sedang

6.    Fisika

75

100

75

100

Sedang

7.    Biologi

75

100

75

100

Sedang

8.    Kimia

75

100

75

100

Sedang

9.    Sejarah

75

100

 

 

Sedang

10.  Geografi

75

100

 

 

Sedang

11.  Ekonomi

75

100

 

 

Sedang

12. Sosiologi

75

100

 

 

Sedang

13. Seni Budaya

75

100

75

100

Sedang

14. PenJasOrKes

75

100

75

100

Sedang

15. TIK

75

100

75

100

Sedang

16. Bahasa Arab

75

100

75

100

Sedang

B.  Muatan Lokal

75

100

75

100

Sedang

C.  Pengembangan  Diri

75

100

75

100

Sedang

Rata-rata

75

100

75

100

Sedang

 

Tabel 22.  Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) dan Persentase Ketercapaian  KKM                              untuk Kelas XI dan XII IPA

Komponen

Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) dan % Ketercapaian

Tahun Pembelajaran 2011/2012

KKM

Pengetahuan

% Ketercapaian

KKM

Praktik

% Ketercapaian

Sikap

1.    Pend. Agama

75

100

 

 

Sedang

2.    Pend. Kewarganegaraan

75

100

 

 

Sedang

3.    Bhs.Indonesia

75

100

75

100

Sedang

4.    Bhs.Inggris

75

100

75

100

Sedang

5.    Matematika

75

100

 

 

Sedang

6.    Fisika

75

100

75

100

Sedang

7.    Biologi

75

100

75

100

Sedang

8.    Kimia

75

100

75

100

Sedang

9.    Sejarah

75

100

 

 

Sedang

  1.   Seni Budaya

75

100

75

100

Sedang

11.  Penjasorkes

75

100

75

100

Sedang

12.  TIK

75

100

75

100

Sedang

13.  Bahasa Arab

75

100

75

100

Sedang

B.   Muatan Lokal

75

100

75

100

Sedang

C.   Pengembangan  Diri

75

100

75

100

Sedang

Rata-rata

75

100

75

100

Sedang

 

 

Tabel 23.  Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) dan Persentase Ketercapaian KKM                                 untuk Kelas XI dan XII IPS

Komponen

Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) dan % Ketercapaian

Tahun Pembelajaran 2011/2012

KKM

Pengetahuan

% Ketercapaian

KKM

Praktik

% Ketercapaian

Sikap

1.    Pend. Agama

75

100

 

 

Sedang

2.    Pend. Kewarganegaraan

75

100

 

 

Sedang

3.    Bhs.Indonesia

75

100

75

100

Sedang

4.    Bhs.Inggris

75

100

75

100

Sedang

5.    Matematika

75

100

 

 

Sedang

6.    Sejarah

75

100

 

 

Sedang

7.    Geografi

75

100

 

 

Sedang

8.    Ekonomi

75

100

 

 

Sedang

9.    Sosiologi

75

100

 

 

Sedang

10.  Seni Budaya

 

 

75

100

Sedang

11.  Penjasorkes

75

100

75

100

Sedang

12.  TIK

75

100

75

100

Sedang

13.  Bahasa Arab

75

100

75

100

Sedang

 B.  Muatan Lokal

75

100

75

100

Sedang

 C.  Pengembangan  Diri

75

100

75

100

Sedang

Rata-rata

75

100

75

100

Sedang

 

Melalui rapat para pendidik, KKM setiap mata pelajaran untuk Tahun Pembelajaran 2012/2013 SMA Plus Negeri 2 Banyuasin III dapat diketahui dari tabel-tabel berikut ini.

 

Tabel 24.  Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) untuk Kelas X

Komponen

Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM)

Tahun Pembelajaran 2012/2013

Pengetahuan

Praktik

Sikap

1.    Pend. Agama

75

 

Sedang

2.    Pend.Kewarganegaraan

75

 

Sedang

3.    Bhs.Indonesia

75

75

Sedang

4.    Bhs.Inggris

75

75

Sedang

5.    Matematika

75

 

Sedang

6.    Fisika

75

75

Sedang

7.    Biologi

75

75

Sedang

8.    Kimia

75

75

Sedang

9.    Sejarah

75

 

Sedang

10.  Geografi

75

 

Sedang

11.  Ekonomi

75

 

Sedang

12. Sosiologi

75

 

Sedang

13. Seni Budaya

75

75

Sedang

14. PenJasOrKes

75

75

Sedang

15. TIK

75

75

Sedang

16. Bahasa Arab

75

75

Sedang

B.  Muatan Lokal

75

75

Sedang

C.  Pengembangan  Diri

75

75

Sedang

Rata-rata

75

75

Sedang

 

Tabel 25.  Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) untuk Kelas XI & XII IPA

Komponen

Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM)

Tahun Pembelajaran 2012/2013

Pengetahuan

Praktik

Sikap

1.    Pend. Agama

75

 

Sedang

2.    Pend.Kewarganegaraan

75

 

Sedang

3.    Bhs.Indonesia

75

75

Sedang

4.    Bhs.Inggris

75

75

Sedang

5.    Matematika

75

 

Sedang

6.    Fisika

75

75

Sedang

7.    Biologi

75

75

Sedang

8.    Kimia

75

75

Sedang

9.    Sejarah

75

 

Sedang

10.  Seni Budaya

75

75

Sedang

11.  Penjasorkes

75

75

Sedang

12. TIK

75

75

Sedang

13. Bahasa Arab

75

75

Sedang

B.  Muatan Lokal

75

75

Sedang

C.  Pengembangan  Diri

75

75

Sedang

Rata-rata

75

75

Sedang

 

Tabel 26.  Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) untuk Kelas XI & XII IPS

Komponen

Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM)

Tahun Pembelajaran 2012/2013

Pengetahuan

Praktik

Sikap

1.    Pend. Agama

75

 

Sedang

2.    Pend.Kewarganegaraan

75

 

Sedang

3.    Bhs. Indonesia

75

75

Sedang

4.    Bhs. Inggris

75

75

Sedang

5.    Matematika

75

 

Sedang

6.    Geografi

75

 

Sedang

7.   Ekonomi

75

 

Sedang

8.   Sosiologi

75

 

Sedang

9.   Sejarah

75

 

Sedang

10. Seni Budaya

 

75

Sedang

11. Penjasorkes

75

75

Sedang

12. TIK

75

75

Sedang

13. Bahasa Arab

75

75

Sedang

B.  Muatan Lokal

75

75

Sedang

C.  Pengembangan  Diri

75

75

Sedang

Rata-rata

75

75

Sedang

 

  1. 7.        Penjurusan

1)      Waktu penentuan dan pelaksanaan penjurusan

  1. Penentuan penjurusan bagi peserta didik untuk program IPA, IPS dan Bahasa dilakukan mulai akhir semester 2 (dua) kelas X.
    1. Pelaksanaan  KBM sesuai program jurusan, dimulai pada semester 1 (satu) kelas XI.

2)      Kriteria penjurusan program 

Penentuan penjurusan program dilakukan dengan mempertimbangkan potensi, minat dan kebutuhan peserta didik, yang harus dibuktikan dengan hasil prestasi akademik yang sesuai dengan kriteria nilai yang ditetapkan oleh satuan pendidikan. Apabila terjadi perbedaan antara potensi/minat dengan nilai akademik seorang peserta didik, maka guru harus mengkaji dan melakukan perbaikan dalam memberikan layanan belajar kepada yang bersangkutan.

  1. Potensi dan Minat  Peserta Didik

Untuk mengetahui potensi dan minat peserta didik dapat dilakukan melalui angket/kuesioner dan wawancara, atau cara lain yang dapat digunakan untuk mendeteksi potensi, minat, dan bakat.

  1. Nilai akademik

Peserta didik  yang naik ke kelas XI dan akan mengambil program  tertentu yaitu: Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) atau Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) atau Bahasa: boleh memiliki nilai yang tidak tuntas paling banyak 3 (tiga) mata pelajaran pada mata pelajaran yang bukan menjadi ciri khas program tersebut (lihat Struktur Kurikulum).

Peserta didik yang naik ke kelas XI, dan yang bersangkutan mendapat nilai tidak tuntas 3 (tiga) mata pelajaran, maka nilai tersebut harus dijadikan dasar untuk menentukan program yang dapat diikuti oleh peserta didik, contoh :

  • Apabila mata pelajaran yang tidak tuntas adalah Fisika, Kimia dan Geografi (2 mata pelajaran ciri khas program IPA dan 1 ciri khas program IPS), maka siswa tersebut secara akademik dapat dimasukkan ke program Bahasa.
  • Apabila mata pelajaran yang tidak tuntas adalah Bahasa  Indonesia,  Bahasa Inggris, dan Fisika, (2 mata pelajaran ciri khas Bahasa dan 1 ciri khas IPA), maka siswa tersebut secara akademik dapat dimasukkan ke program IPS.
  • Apabila mata pelajaran yang tidak tuntas adalah Ekonomi, Sosiologi, dan Bahasa Inggris (2 mata pelajaran ciri khas program IPS dan 1 ciri khas program Bahasa), maka peserta didik  tersebut secara akademik dapat dimasukkan ke program IPA.
  • Apabila mata pelajaran yang tidak tuntas adalah Fisika, Ekonomi, dan Bahasa Indonesia (mencakup semua mata pelajaran yang menjadi ciri khas ketiga program di SMA) maka peserta didik tersebut:

-       perlu diperhatikan minat peserta didik.

-       perlu diperhatikan prestasi Pengetahuan, Praktik dan Sikap pada mata pelajaran yang menjadi ciri khas program IPA seperti Fisika, Kimia, dan Biologi dibandingkan dengan mata pelajaran yang menjadi ciri khas program IPS ( Ekonomi, Geografi, Sosiologi) dan dibandingkan dengan mata pelajaran yang menjadi ciri khas program Bahasa (Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris). Perbandingan nilai prestasi siswa dimaksud dapat dilakukan melalui program remidial dan diakhiri dengan ujian. Apabila pada nilai dari setiap mata pelajaran yang menjadi ciri khas program tertentu terdapat nilai prestasi yang lebih unggul daripada program lainya, maka siswa tersebut dapat dijuruskan ke program yang nilai prestasi mata pelajarannya lebih unggul tersebut. Apabila antara minat dan prestasi ketiga aspek tidak cocok/sesuai, wali kelas dengan pertimbangan masukan dari guru Bimbingan dan Konseling dapat memutuskan program apa yang dapat dipilih oleh peserta didik.

  • Bagi peserta didik yang memenuhi persyaratan untuk masuk ke semua program, diberi kesempatan untuk pindah jurusan apabila ia tidak cocok pada program semula atau tidak sesuai dengan kemampuan dan kemajuan belajarnya.  Sekolah harus memfasilitasi agar peserta didik dapat mencapai standar kompetensi dan kompetensi dasar yang harus dimiliki di kelas baru.
  • Batas waktu untuk pindah program ditentukan oleh sekolah paling lambat   1 (satu) bulan.
  • Satuan pendidikan dapat menambah kriteria penjurusan sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan  setiap satuan pendidikan.

 

  1. 8.        Kenaikan Kelas dan Kelulusan

1) Kenaikan Kelas

Kenaikan kelas dilaksanakan pada setiap akhir tahun pembelajaran. Ada beberapa kriteria yang harus dimiliki oleh setiap peserta didik agar dapat naik kelas ke jenjang yang lebih tinggi, kriteria kenaikan kelas SMA Plus Negeri 2 Banyuasin III adalah

  1. Kenaikan kelas di laksanakan pada setiap akhir tahun pelajaran atau setiap akhir semester genap.
  2. Kehadiran Minimal 90%, kecuali dengan pertimbangan tertentu misalnya sakit,
  3. Kenaikan kelas didasarkan pada penilaian hasil belajar pada semerter genap, dengan pertimbangan seluruh SK/KD yang belum tuntas pada semester gazal, harus dituntaskan sampai mencapai KKM yang ditetapkan, sebelum akhir semester genap. Hal ini sesuai dengan  prinsip belajar tuntas  (mastery learning), yaitu peserta yang belum mencapai ketuntasan belajar sesuai dengan KKM yang ditetapkan, maka yang bersangkutan harus mengikuti pembelajaran remidi sampai yang bersangkutan mampu mencapai KKM dimaksud. Artinya, nilai kenaikan kelas harus tetap memperhitungkan hasil belajar peserta didik selama satu tahun pelajaran yang sedang berlangsung.
  4. Peserta didik dinyatakan tidak naik ke kelas XI, apabila yang bersangkutan tidak mencapai ketuntasan belajar minimal, lebih dari 3 (tiga) mata pelajaran.
  5. Peserta didik dinyatakan  tidak naik ke kelas  XII, apabila yang bersangkutan tidak mencapai ketuntasan belajar  minimal, lebih dari 3 (tiga) mata pelajaran yang bukan mata pelajaran ciri khas program, atau yang bersangkutan tidak mencapai ketuntasan belajar  minimal pada salah satu atau lebih mata pelajaran ciri khas program.

Sebagai contoh: Bagi Peserta didik Kelas XI

(1)  Program IPA, tidak boleh memiliki nilai yang tidak tuntas  pada mata pelajaran Fisika, Kimia, dan Biologi.

(2)  Program IPS, tidak boleh memiliki nilai yang tidak tuntas  pada mata pelajaran Geografi, Ekonomi, dan Sosiologi.

(3)  Program Bahasa, tidak boleh memiliki nilai yang tidak tuntas (kurang) pada mata pelajaran Antropologi, Sastra Indonesia, dan Bahasa Asing lainnya yang menjadi pilihan.

(4)Satuan pendidikan dapat menambah kriteria kenaikan kelas sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan setiap satuan pendidikan, melalui rapat dewan pendidik.

 

2)      Kelulusan

Kelulusan di SMA Plus Negeri 2 Banyuasin III mengikuti PP 19/2005 pasal 72 ayat (1), peserta didik dinyatakan lulus dari Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah setelah:

  1. Menyelesaikan seluruh program pembelajaran.
  2. Memperoleh nilai minmum baik pada penilaian akhir untuk seluruh mata pelajaran akhlak mulia, kelompok kewarganegaraan dan kepribadian, kelompok mata pelajaran estetika, dan kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga, dan kesehatan.
  3. Lulus ujian sekolah/madrasah untuk kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi.
  4. Lulus ujian nasional, kriteria lulus ujian nasional dinyatakan secara resmi dan diatur lebih lanjut dengan Peraturan Menteri dan Prosedur Operasional Standar (POS) dan SMA Plus Negeri 2 tinggal mengikuti hal tersebut.

 

  1. 9.        Pengintegrasian Pendidikan Karakter (lokal – global)

Pengembangan kompetensi peserta didik  melalui pendidikan berbasis keunggulan local dan global merupakan salah satu upaya mewujudkan pendidikan karakter yang secara implisit ditegaskan  dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) tahun 2005 – 2025, yaitu “Mewujudkan masyarakat berakhlak mulia, bermoral, beretika, berbudaya dan beradab berdasarkan falsafah Pancasila.” Selain ditegaskan dalam RPJPN, upaya mewujudkan pendidikan karakter juga tertuang dalam Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (UUSPN).

Dengan demikian, RPJPN dan UUSPN merupakan landasan untuk melaksanakan secara operasional pendidikan budaya dan karakter bangsa sebagai prioritas program Kementerian Pendidikan Nasional 2010-2014, yang dituangkan dalam Rencana Aksi Nasional Pendidikan Karakter (2010): pendidikan karakter disebutkan sebagai pendidikan nilai, pendidikan budi pekerti, pendidikan moral, pendidikan watak yang bertujuan mengembangkan kemampuan seluruh warga sekolah untuk memberikan keputusan baik-buruk, keteladanan, memelihara apa yang baik dan kebaikan itu dalam kehidupan sehari-hari dengan sepenuh hati.

Secara umum pelaksanaan  pendidikan karakter di SMA Plus Negeri 2 Banyuasin III terintegrasi dalam (1) mata pelajaran,  (2) muatan lokal dan (3) kegiatan pengembangan diri. Secara rinci, penerapan pendidikan karakter dapat diketahui dari tabel 23 berikut ini.

 

Tabel 24. Pelaksanaan  Pendidikan Karakter di SMA Plus Negeri 2 Banyuasin III

1) Kegiatan Rutin

Nilai-nilai Budaya dan Karakter Bangsa yang Dikembangkan

Bentuk Pelaksanaan Kegiatan

Religius

  • Memberikan kesempatan kepada semua peserta didik untuk melakukan ibadah.
  • Mengucapkan salam sebelum dan sesudah kegiatan dan jika bertemu dengan pendidik atau tenaga kependidikan.
  • Tadarusan dilanjutkan berdoa bersama sebelum pelajaran dimulai dipimpin oleh ketua kelas dari pukul 07.00 s.d. 07.15 WIB.
  • Berpakaian muslim/muslimah bagian atas berupa blus dan jilbab  untuk putri dan baju koko untuk putra warna putih. Bagian bawah berupa rok panjang untuk putri dan celana panjang untuk putra warna abu-abu. Pakaian tersebut dikenakan pada setiap hari jumat.
  • Bagi peserta didik putra melaksanakan shalat Jumat di Mesjid An-Nur sedangkan peserta didik putri melaksanakan kegiatan majelis taklim.
  • Menyisihkan uang jajan untuk berinfak pada setiap hari Jumat
  • Berperan aktif dalam mengeluarkan zakat fitrah dan zakat maal pada bulan Ramadhan.
  • Berdoa bersama setelah pelajaran berakhir dipimpin oleh ketua kelas.

Kedisiplinan

  • Peserta didik dan pendidik sudah hadir di sekolah paling lambat pada pukul 07.00 WIB dan pulang sesuai jadwal.
  • Peserta didik dan pendidik yang bertugas piket sudah hadir di sekolah paling lambat pada pukul 06.45 WIB dan pulang sesuai jadwal.
  • Tenaga kependidikan sudah hadir di sekolah paling lambat pada pukul 08.00 WIB dan pulang sesuai jadwal.
  • Membuat catatan kehadiran pendidik dan peserta didik
  • Setiap hari Sabtu seluruh warga sekolah melakukan Senam Kesegaran Jasmani (SKJ).
  • Peserta didik dan pendidik yang berhalangan hadir harus mengirimkan surat pemberitahuan ke sekolah.
  • Memeriksa kerapian dan kebersihan pakaian serta kerapian rambut dan memberi sanksi bagi yang melanggar setelah diberi peringatan sebelumnya.
  • Mengambil sampah yang berserakan.
  • Meminjam dan mengembalikan buku perpustakaan tepat waktu.

Peduli Lingkungan

 

Lingkungan Sekolah Bersih

  • Membiasakan semua warga sekolah untuk membuang sampah pada tempatnya
  • Setiap hari Sabtu pagi seluruh warga sekolah melakukan Sabtu Bersih.
  • Petugas kebersihan sekolah memungut sampah yang ada di tempat sampah ke tempat pembuangan sampah SMA Plus Negeri 2 Banyuasin III.
  • Pendidik yang bertugas piket menjaga lingkungan tetap bersih.
  • Membiasakan semua warga sekolah untuk menanam dan memelihara tanaman yang ada di lingkungan sekolah.

 

Kelas Bersih

  • Peserta didik yang bertugas piket kelas selalu menjaga kebersihan dan kerapian kelas
  • Peserta didik tidak mencoret tembok, bangku, meja atau fasilitas sekolah. Bagi yang melanggar dikenakan sanksi.

Peduli Sosial

  • Mengunjungi peserta didik yang sakit atau terkena musibah.
  • Mengumpulkan sumbangan dan barang layak pakai bagi korban bencana alam (sifatnya temporer)
  • Memberikan donasi ke panti asuhan

Kejujuran

  • Menyediakan tempat temuan barang hilang
  • Menyediakan kotak saran dan pengaduan
  • Larangan mencontek  dan bekerja sama saat ulangan dan ujian
  • Membayar jajan di kantin sekolah
  • Larangan mengambil barang yang bukan miliknya

Cinta Tanah Air

  •  Menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar
  •  Menyanyikan lagu kebangsaan setiap upacara bendera dan peringatan hari besar nasional
  • Memajang foto presiden dan wakil presiden serta lambang Negara
  • Memajang foto para pahlawan nasional
  • Menggunakan produk buatan dalam negeri

 

2) Kegiatan Spontan

Nilai-nilai Budaya dan Karakter Bangsa yang Dikembangkan

Bentuk Pelaksanaan Kegiatan

Religius

  • Memperingatkan peserta didik yang tidak melaksanakan ibadah.
  • Memperingatkan jika tidak mengucapkan salam
  • Meminta maaf bila melakukan kesalahan

Kedisiplinan

  • Memberi sanksi yang bersifat mendidik kepada siswa yang datang terlambat
  • Memeriksa kerapian dan kebersihan pakaian serta kerapian rambut dan memberi sanksi bagi yang melanggar setelah diberi peringatan sebelumnya.
  • Melerai pertengkaran

Peduli Lingkungan

  • Menyuruh siswa memungut sampah yang berserakan
  • Memberi sanksi bersifat mendidik kepada siswa yang membuang sampah sembarangan

Peduli Sosial

  • Mengunjungi peserta didik yang sakit atau terkena musibah.
  • Mengumpulkan sumbangan dan barang layak pakai bagi korban bencana alam (sifatnya temporer)
  • Memberikan donasi ke panti asuhan

Kejujuran

  • Larangan mencontek  dan bekerja sama saat ulangan dan ujian
  • Membayar jajan di kantin sekolah
  • Larangan mengambil barang yang bukan miliknya

 

3)   Kegiatan Keteladan

Nilai-nilai Budaya dan Karakter Bangsa yang Dikembangkan

Bentuk Pelaksanaan Kegiatan

Religius

  • Pendidik dan tenaga kependidikan melakukan shalat zuhur berjamaah dan shalat jumat di Masjid An-Nur

Kedisiplinan

  • Pendidik dan tenaga kependidikan datang ke sekolah tepat waktu
  • Pendidik dan tenaga kependidikan berbicara sopan, meminta maaf jika salah dan terbiasa mengucapkan terima kasih setiap kali mendapat bantuan
  • Pendidik dan tenaga kependidikan menghargai pendapat orang lain

Peduli Lingkungan

  • Pendidik dan tenaga kependidikan memungut sampah yang berserakan
  • Pendidik dan tenaga kependidikan ikut memelihara tanaman yang ada di lingkungan sekolah

Peduli Sosial

  • Mengunjungi peserta didik yang sakit atau terkena musibah.
  • Mengumpulkan sumbangan dan barang layak pakai bagi korban bencana alam (sifatnya temporer)
  • Memberikan donasi ke panti asuhan

Kejujuran

  • Pendidik memberikan penilaian secara obyektif
  • Pendidik menepati janji pada peserta didik

Cinta Tanah Air

  • Pendidik dan tenaga kependidikan mengikuti upacara setiap hari senin dan peringatan hari besar nasional

 

Sebagai SMA unggulan tentunya SMA Plus Negeri 2 Banyuasin III dituntut untuk memiliki kelebihan dibanding SMA reguler di kabupaten Banyuasin yang dapat disebut sebagai “Ciri SMA Plus Negeri 2 Banyuasin III”. Ciri tersebut diambil dari pelaksanaan pendidikan karakter yang dijadikan sebagai kegiatan unggulan yaitu (1) pembelajaran bernuansa agamis,                (2) pembelajaran berorientasi pada pendidikan lingkungan hidup (PLH), (3) pembelajaran berbasis teknologi informasi dan komunikasi serta (4) pembelajaran menggunakan dua bahasa (bilingual) yaitu Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris.

Kegiatan pembelajaran yang menjadi “Ciri SMA Plus Negeri 2 Banyuasin III” tersebut adalah sebagai berikut.

1)      Pembelajaran bernuansa agamis berupa

  1. Mengucapkan salam dan bersalaman ketika bertemu dan berpisah
  2. Tadarus bersama selama 15 menit sebelum jam pelajaran pertama dimulai.
  3. Berpakaian muslim/muslimah bagian atas berupa blus dan jilbab  untuk putri dan baju koko untuk putra warna putih. Bagian bawah berupa rok panjang untuk putri dan celana panjang untuk putra warna abu-abu. Pakaian tersebut dikenakan pada setiap hari jumat. Peserta didik non muslim mengenakan seragam putih abu-abu.
  4. Bagi peserta didik putra melaksanakan shalat Jumat di Mesjid An-Nur sedangkan peserta didik putri melaksanakan kegiatan majelis taklim.

 

2)      Pembelajaran berorientasi Pendidikan Lingkungan Hidup (PLH)

  1. Pembelajaran yang menanamkan rasa peduli terhadap lingkungan lokal dan global
  2. Proses pembelajaran berupa daur ulang limbah di lingkungan sekolah

3)      Pembelajaran berbasis teknologi informasi

  1. Pendidik memberikan materi pembelajaran dalam bentuk powerpoint yang

        ditampilkan menggunakan LCD Projector.

  1. Peserta didik melakukan proses pembelajaran menggunakan komputer atau laptop

        dan akses internet.

4)      Pembelajaran menggunakan dua bahasa (bilingual) yaitu Bahasa Indonesia dan  Bahasa  Inggris

  1. Pembelajaran dibuka dan ditutup dengan menggunakan Bahasa Inggris.
  2. Melakukan percakapan singkat dalam Bahasa Inggris antara pendidik dan peserta didik

         serta sesama para peserta didik di dalam kelas.

  1. Menggunakan ungkapan dalam Bahasa Inggris selama proses pembelajaran di kelas.

 

Keempat pembelajaran yang merupakan ciri SMA Plus Negeri 2 Banyuasin III diharapkan dapat membentuk peserta didik yang memiliki kompetensi lulusan sebagai berikut.

1)             Peserta didik memiliki kemampuan membaca Al-Qur-an (tilawah).

2)             Peserta didik mampu menulis huruf Arab dan  seni kaligrafi.

3)             Peserta didik mampu berceramah agama islam.

4)             Peserta didik mampu mengatasi masalah sosial, lingkungan  dan sains melalui kegiatan penelitian (riset).

5)             Peserta didik mampu membuat rencana penelitian, melaksanakan penelitian untuk memberi solusi mengatasi fenomena sosial.

6)             Peserta didik mampu membuat suatu karya berupa artikel atau karya ilmiah dan mampu mempublikasikannya di berbagai media baik lokal maupun global.

7)             Peserta didik mampu mengoperasikan teknik dasar komputer

8)             Peserta didik mampu menggunakan perangkat lunak beberapa program aplikasi    (microsoft office)

9)             Peserta didik memahami ketentuan penggunaan teknologi informasi dan komunikasi

10)         Peserta didik mampu berkomunikasi dengan baik dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris

11)         Peserta didik mampu berpidato singkat dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris

12)         Peserta didik mampu menjadi pembawa acara dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris

 

IV. KALENDER PENDIDIKAN

 

Kalender Pendidikan dibuat mengikuti Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional dan disesuaikan dengan kondisi, situasi dan keperluan sekolah, masyarakat, pemerintah kabupaten dan pemerintah pusat.  Pedoman penyusunan Kalender Pendidikan SMA Plus Negeri 2 Banyuasin III mengacu pada Kalender Pendidikan yang dikeluarkan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Banyuasin.

 

  1. A.    PERMULAAN TAHUN PEMBELAJARAN

Permulaan tahun pembelajaran dimulai pada hari Senin, minggu ketiga Bulan Juli. Pada tahun pelajaran 2012/2013 hari permulaan tahun pelajaran dilaksanakan tanggal 16 Juli 2012. Peserta didik di kelas Xmengikuti kegiatan Latihan Kedisiplinan Peserta Didik dari tanggal        9 Juli sampai dengan 14 Juli 2012. Kemudian tanggal 16 Juli sampai dengan 18 Juli 2012 dilanjutkan dengan Masa Orientasi Peserta Didik.

Latihan Kedisiplinan dan Kegiatan Masa Orientasi Peserta Didik dimaksudkan untuk memberikan arahan dan bimbingan kepada siswa baru SMA Plus Negeri 2 Banyuasin III mengenai pola dan cara belajar, sosialisasi tata tertib dan peraturan akademik serta semua kegiatan sekolah.

Permulaan belajar Semester Genap Tahun Pembelajaran 2012/2013 dilaksanakan pada tanggal 7 Januari 2013.

 

  1. B.     WAKTU BELAJAR

Waktu belajar menggunakan sistem semester yang membagi 1 tahun pelajaran menjadi semester gazal (semester 1) dan semester genap (semester 2). Proses pembelajaran di SMA Plus Negeri 2 Banyuasin III terbagi menjadi 2 bagian yaitu KBM Reguler dan KBM Plus.

KBM Reguler adalah kegiatan belajar mengajar yang dilaksanakan pada pagi hari dari 07.00 WIB sampai dengan 13.20 WIB dari hari Senin sampai hari Jum’at. Lamanya waktu pembelajaran untuk 1 jam pelajaran adalah 45 menit. Pada pagi hari yaitu pukul 07.00 sampai dengan 07.15 WIB adalah kegiatan tadarus atau membaca Alqur’an bagi yang beragama Islam, membaca Injil bagi beragama hindu atau membaca kitab suci masing-masing sesuai dengan agama yang dianut. Waktu istirahat pertama pada pembelajaran reguler dilaksanakan pada pukul 10.15 sampai dengan 10.40 WIB. Pada pukul 12.00 sampai dengan pukul 12.40 WIB merupakan waktu istirahat kedua yang digunakan untuk makan siang, shalat dan istirahat.

KBM Plus adalah kegiatan belajar mengajar yang dilaksanakan pada pukul 14.30 sampai dengan 16.00 WIB. KBM Plus dibagi dalam  2 kelompok yaitu (1) kelompok Senin-Rabu-Jum’at dan (2) kelompok Selasa-Kamis-Sabtu. Pada hari Senin-Rabu-Jumat dilaksanakan program pelajaran tambahan untuk kelas 10,11 dan 12  yang jumlahnya adalah 10 jam pelajaran dalam seminggu. Waktu setiap jam pelajaran antara 30  sampai dengan 35 menit. Pada hari Selasa-Kamis-Sabtu dilaksanakan program pengembangan diri.

Khusus untuk kelas XII IPA dan IPS yang berada di semester genap mengikuti KBM Reguler dan program pembelajaran intensif dari hari Senin sampai dengan Sabtu. Hal ini bertujuan untuk mempersiapkan siswa kelas XII menghadapi Ujian Sekolah dan Ujian Nasional.

Berikut ini adalah tabel yang menunjukkan waktu belajar dan KBM di SMA Plus Negeri 2 Banyuasin III.

Tabel 24. Waktu Belajar dan KBM Hari Senin dan Rabu

Jam Ke -

Waktu

Kegiatan Belajar Mengajar

 

07.00-07.15

Tadarus atau membaca kitab suci sesuai agama yang dianut dilanjutkan doa bersama

1

07.15 - 08.00

KBM Reguler

2

08.00 - 08.45

KBM Reguler

3

08.45 - 09.30

KBM Reguler

4

09.30 - 10.15

KBM Reguler

 

10.15 - 10.40

Istirahat

5

10.40- 11.20

KBM Reguler

6

11.20 - 12.00

KBM Reguler

 

12.00 - 12.40

Istirahat

7

12.40 - 13.20

KBM Reguler

8

13.20 - 14.00

KBM Reguler

9

14.00 - 14.30

KBM Reguler

10

14.30- 15.00

KBM Plus

11

15.00 - 15.30

KBM Plus

12

15.30 - 16.00

KBM Plus dan doa bersama

 

 

 

 

Tabel 25. Waktu Belajar dan KBM Hari Jumat

Jam Ke -

Waktu

Kegiatan Belajar Mengajar

 

07.00-07.15

Tadarus atau membaca kitab suci sesuai agama yang dianut dilanjutkan doa bersama

1

07.15 - 08.00

KBM Reguler

2

08.00 - 08.45

KBM Reguler

3

08.45 - 09.30

KBM Reguler

4

09.30 - 10.15

KBM Reguler

 

10.15 - 10.40

Istirahat

5

10.40 - 11.20

KBM Reguler

 

11.20 – 13.20

Istirahat

Makan siang, Shalat Jumat dan Majelis Taklim

6

13.20 - 14.00

KBM Reguler

7

14.00 - 14.30

KBM Plus

8

14.30- 15.00

KBM Plus

9

15.00 - 15.30

KBM Plus

10

15.30 - 16.00

KBM Plus dan doa bersama

 

Tabel 26. Waktu Belajar dan KBM Hari Selasa dan Kamis

Jam Ke -

Waktu

Kegiatan Belajar Mengajar

 

07.00-07.15

Tadarus atau membaca kitab suci sesuai agama yang dianut dilanjutkan doa bersama

1

07.15 - 08.00

KBM Reguler

2

08.00 - 08.45

KBM Reguler

3

08.45 - 09.30

KBM Reguler

4

09.30 - 10.15

KBM Reguler

 

10.15 - 10.40

Istirahat

5

10.40- 11.20

KBM Reguler

6

11.20 - 12.00

KBM Reguler

 

12.00 - 12.40

Istirahat

7

12.40 - 13.20

KBM Reguler

8

13.20 - 14.00

KBM Reguler

9

14.00 - 14.30

Ekstrakurikuler

10

14.30- 15.00

Ekstrakurikuler

11

15.00 - 15.30

Ekstrakurikuler

12

15.30 - 16.00

Ekstrakurikuler

dan doa bersama

 

 

Tabel 27. Waktu Belajar dan KBM Hari Sabtu

Jam Ke -

Waktu

Kegiatan Belajar Mengajar

1

07.00 - 07.40

Senam Kesegaran Jasmani

2

07.40 - 08.00

Sabtu Bersih

3

08.45 - 09.30

Pengembangan Diri

4

09.30 - 10.15

Pengembangan Diri

 

10.15 - 10.40

Istirahat

5

10.40- 11.20

Pengembangan Diri

6

11.20 - 12.00

Pengembangan Diri

7

12.00 - 12.30

Pengembangan Diri

8

12.40 - 13.20

Pengembangan Diri

 

 

 

 

 

 

 

 

 

            Kegiatan Belajar Mengajar di SMA Plus Negeri 2 Banyuasin III menggunakan sistem moving class yaitu siswa harus berpindah kelas pada setiap pergantian mata pelajaran. Sistem ini adalah suatu upaya untuk membudayakan disiplin waktu perpindahan belajar, membudayakan peserta didik jalan cepat dan meningkatkan kepedulian guru bagi peserta didik yang lambat hadir. Selain itu sistem ini membantu peserta didik untuk mengurangi rasa kantuk dan jenuh setelah bergerak untuk berpindah ruang setiap pergantian mata pelajaran. 

 

  1. C.    KEGIATAN TENGAH SEMESTER

Kegiatan tengah semester berupa Ulangan Tengah Semester (UTS). Ulangan adalah proses yang dilakukan untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik secara berkelanjutan dalam proses pembelajaran, untuk memantau kemajuan, melakukan perbaikan pembelajaran, dan menentukan keberhasilan belajar peserta didik. UTS adalah kegiatan yang dilakukan oleh pendidik untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik setelah melaksanakan 8 – 9 minggu kegiatan pembelajaran. Cakupan ulangan meliputi seluruh indikator yang merepresentasikan seluruh KD pada periode tersebut. Ujian Tengah Semester (UTS) gazal dilaksanakan pada 8-9 minggu setelah tanggal 16 Juli 2012 atau sekitar tanggal 17 s.d. 20 Oktober 2012. Sedangkan UTS  genap dilaksanakan sekitar tanggal 20 s.d. 23 Maret 2013. Jadwal kegiatan ulangan dan ujian selengkapnya  dapat dilihat dalam Kalender Akademik

 

 

 

  1. D.    LIBUR SEKOLAH

Hari libur sekolah adalah hari yang ditetapkan oleh sekolah, pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota untuk tidak melaksanakan KBM di sekolah. Penentuan hari libur memperhatikan ketentuan (1) Keputusan Menteri Pendidikan Nasional, dan/atau Menteri Agama dalam hal yang terkait dengan hari raya keagamaan dan (2) Peraturan Pemerintah Pusat/Provinsi/Kabupaten/Kota dalam hal penentuan hari libur umum/nasional atau penetapan hari serentak untuk setiap jenjang dan jenis pendidikan.

Perkiraan libur yang dibuat oleh SMA Plus Negeri 2 Banyuasin III yang merujuk pada kalender pendidikan dan kalender umum adalah sebagai berikut.

  1. 1.      Semester Gazal

1)      Libur Semester Gazal tanggal 25 Juni s.d. 14 Juli 2012

2)      Libur Awal Puasa tanggal 19 s.d. 21 Juli 2012

3)      Libur Hari Raya Iedul Fitri tanggal 18 - 25 Agustus 2012

4)      Hari Raya Iedul Fitri tanggal 19 & 20 Agustus 2012

5)      Hari Raya Iedul Adha tanggal 26 Oktober 2012

6)      Hari Kemerdekaan RI tanggal 17 Agustus 2012

7)      Tahun Baru Hijriyah 1434 H tanggal 15 November 2012

8)      Hari Raya Natal tanggal 25 Desember 2012

 

 

  1. 2.      Semester Genap

1)         Libur Semester Genap tanggal 24 Desember 2012 s.d. 5 Januari 2013

2)         Maulid Nabi Muhammad SAW tanggal 24 Jan 2013

3)         Tahun Baru Imlek 2564 tanggal 11 Februari 2013

4)         Hari Raya Nyepi tanggal 13 Maret 2013

5)         Wafat Yesus Kristus tanggal 29 Maret 2013

6)         Kenaikan Yesus Kristus tanggal 9 Mei 2013

7)         Hari Raya Waisak tanggal 25 Mei 2013

8)         Isra’ Mi’raj tanggal 6 Juni 2013

 

 

  1. E.     Jadwal Kegiatan Sekolah

Rencana Kegiatan Sekolah Tahun Pembelajaran 2012/2013 dapat diketahui dari tabel 28 berikut ini.

Tabel 28. Rencana Kegiatan SMA Plus Negeri 2 Banyuasin III

Tahun Pembelajaran 2012/2013

No

Bulan dan Tahun

Jenis Kegiatan

Pelaksana Kegiatan

1.

Juli 2012

  • Latihan Kedisiplinan dan Masa Orientasi Peserta Didik
  • Hari pertama masuk sekolah
  • Rapat Kegiatan Awal Tahun Pembelajaran

Kepala Sekolah

 

Kepala Sekolah

Kepala sekolah

2.

Agustus 2012

  • Rapat pleno dengan orangtua peserta didik dan  komite sekolah
  • Mengikuti kegiatan memperingati Hari Kemerdekaan17 Agustus
  • Ulangan Harian Ke-1

Kepala Sekolah & Komite Sekolah

 

3.

September 2012

  • Rapat Pembinaan
  • Ulangan Harian Ke-2

Kepala Sekolah

 

4.

Oktober 2012

  • Rapat Pembinaan
  • Ulangan Tengah Semester

Kepala Sekolah

 

5.

November 2012

  • Rapat Pembinaan
  • Ulangan Harian Ke-3

Kepala Sekolah

 

6.

Desember 2012

  • Ujian Akhir Semester
  • Pembagian Lembar Hasil Belajar  (LHB) semester gazal

Waka Kurikulum

7.

Januari 2013

  • Rapat Awal Semester Genap
  • Rapat pembentukan panitia SNMPTN jalur undangan
  • Pengiriman surat ke PTN
  • Dies Natalis SMA Plus Negeri 2 Banyusin III

Kepala Sekolah

 

 

8.

Februari 2013

 

  • Seleksi Peserta Olimpiade Kabupaten
  • Rapat persiapan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB)
  • Seleksi peserta didik mengikuti SNMPTN jalur undangan dan mandiri

Waka Kurikulum

9.

Maret 2013

  • Pelaksanaan Olimpiade Tingkat Kabupaten
  • Sosialisasi PPDB
  • PPDB
  • Ujian Sekolah

Waka Kurikulum

 

Waka Humas

10.

April 2013

  • Ujian Nasional
  • Pelaksanaan Olimpiade Sain Tingkat Provinsi
  • Pelaksanaan Cerdas Cermat 4 Pilar Negara
  • Seleksi Paskibra untuk tingkat kabupaten

Kepala Sekolah

11.

Mei 2013

  • Perpisahan/ pelepasan peserta didik kelas XII

Waka Kesiswaan

12.

Juni 2013

  • Pelaksanaan Olimpiade Tingkat Nasional
  • Pelaksanaan Ulangan Kenaikan Kelas
  • Rapat Kenaikan Kelas untuk kelas 10 dan 11
  • Pembagian Lembar Hasil Belajar  (LHB) Semester Genap

 

Waka Kurikulum

 

 

 

LAMPIRAN 1

Lambang SMA Plus Negeri 2 Banyuasin III

 

      lambang SMA PLUS N2 BA III

  1. Lambang SMA Plus Negeri 2 Banyuasin III adalah     

logo yang berbentuk tameng

  1. Kedudukan dan Fungsi
    1. Lambang SMA Plus Negeri 2 Banyuasin III   

berkedudukan sebagai tanda identitas sekolah.

  1.  Lambang SMA Plus Negeri 2 Banyuasin III  berfungsi sebagai pengikat kesatuan antar warga sekolah
  2. Ukuran      : satu berbanding dua (1:2)
  3. Warna        : 1. Merah berarti keberanian

      menegakkan kebenaran

                                      2. Putih berarti kesucian

                                      3. Kuning berarti keagungan

                                      4. Biru berarti keabadian

                                          (bermakna bahwa ilmu  

                                          pengetahuan  adalah milik Tuhan)

 

  1. Isi              :  1. Buku        : Sumber ilmu pengetahuan

                                       2. Pena         : alat menuntut ilmu

                                       3. Bintang    : keagungan Tuhan

                                       4. Rantai       : persatuan dan kesatuan

                                       5. Sedulang Setudung Merah Putih : Semboyan Kabupaten Banyuasin

                                       6. Sayap       : Deformasi (penyederhanaan bentuk) dari lambang                    

                                                              Tut Wuri Handayani (Kemdikbud RI)

 

  1. Arti secara keseluruhan adalah bahwa SMA Plus Negeri 2 Banyuasin III,                  Kabupaten Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan mengemban amanah

untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Bumi Sedulang Setudung

dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia di bawah Keagungan

TuhanYang Maha Esa.